Sumber: Logam Mulia Antam | Editor: Hasbi Maulana
KONTAN.CO.ID - Kamis (28/5/2026), harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 31.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.785.000 per gram menjadi Rp 2.754.000 per gram.
Di lain sisi, harga buyback oleh Logam Mulia juga turun Rp 37.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.594.000 per gram menjadi Rp 2.557.000 per gram. Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini mencapai Rp 197.000 per gram.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Masih Fluktuatif pada Jumat (29/5), Pasar Cermati Pelemahan Rupiah
Mekanisme Harga Beli dan Harga Buyback Emas Antam
Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga emas dan harga beli kembali (buyback). Harga emas yang tercantum di atas adalah harga yang berlaku ketika membeli emas dari gerai Logam Mulia. Adapun harga buyback adalah harga yang berlaku ketika menjual emas kepada gerai Logam Mulia.
Jadi, jika pagi ini membeli emas dari Antam maka Anda harus membayar Rp 2.754.000 per gram. Kalau karena suatu sebab tiba-tiba Anda butuh uang sangat mendesak sehingga terpaksa menjual kembali emas tersebut pada siang atau sore hari, jangan kaget emas Anda cuma dihargai Rp 2.557.000 per gram oleh Logam Mulia.
Siapa saja perlu mencermati dua macam harga emas tersebut kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan. Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi.
Baca Juga: Cum Dividen Hari Ini (29/5), Investor Bisa Terima Dana Rp 23.795/Lot Saham Batubara
Rincian Potensi Laba dan Rugi Investasi Emas Antam
Bagaimana kalkulasi potensi keuntungan dan kerugian investasi emas Antam jika dijual hari ini?
Berdasarkan hitungan Kontan.co.id, berikut adalah kalkulasi potensi untung/rugi andaikata para investor emas lantakan membeli pada beberapa kurun waktu:
| Tanggal Beli | Harga Emas per gram | Harga Buyback (Hari ini) | Potensi Laba/Rugi |
| 21 Mei 2026 | Rp 2.800.000 | Rp 2.557.000 | -8.68% (rugi) |
| 28 April 2026 | Rp 2.814.000 | Rp 2.557.000 | -9.13% (rugi) |
| 28 Februari 2026 | Rp 3.085.000 | Rp 2.557.000 | -17.12% (rugi) |
| 28 November 2025 | Rp 2.383.000 | Rp 2.557.000 | 7.30% (untung) |
| 28 Agustus 2025 | Rp 1.944.000 | Rp 2.557.000 | 31.53% (untung) |
| 28 Mei 2025 | Rp 1.895.000 | Rp 2.557.000 | 34.93% (untung) |
| 28 Februari 2025 | Rp 1.678.000 | Rp 2.557.000 | 52.38% (untung) |
| 28 November 2024 | Rp 1.513.000 | Rp 2.557.000 | 69.00% (untung) |
| 28 Agustus 2024 | Rp 1.410.000 | Rp 2.557.000 | 81.35% (untung) |
Sumber: Logam Mulia
Baca Juga: BEI Rombak Papan Perdagangan, 26 Emiten Naik ke Papan Utama, TPIA Salah Satunya
Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, Kontan.co.id mencatat bahwa emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang. Secara jangka panjang, investor berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan laba.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












