kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.038   30,00   0,17%
  • IDX 6.283   48,43   0,78%
  • KOMPAS100 825   6,52   0,80%
  • LQ45 629   4,92   0,79%
  • ISSI 217   1,40   0,65%
  • IDX30 353   3,23   0,92%
  • IDXHIDIV20 434   3,14   0,73%
  • IDX80 94   0,70   0,75%
  • IDXV30 120   0,82   0,69%
  • IDXQ30 113   0,78   0,70%

Harga aluminium tertekan rencana kenaikan tarif impor AS


Selasa, 20 Februari 2018 / 16:54 WIB
ILUSTRASI. Aluminium batangan


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana penerapan tarif impor aluminium oleh Amerika Serikat (AS) menjadi sentimen negatif bagi logam ini. Meski kenaikan tarif bea masuk itu belum disetujui oleh Presiden Donald Trump, pengaruhnya sudah terlihat. Harga aluminium melemah dibanding pekan lalu.

Mengutip Bloomberg, Selasa (20/2) pukul 5.32 WIB, harga aluminium tercatat melemah 0,5% ke level US$ 2.303 per metrik ton. Namun jika dibandingkan sepekan sebelumnya harga masih menguat 2,99%.

Morgan Stanley memperkirakan, usulan pemberlakuan tarif impor logam akan membawa dampak lebih besar terhadap sektor aluminium dari pada baja. Alasannya, impor aluminium negeri Paman Sam dari China menyumbang 16%, sedangkan ekspor baja hanya mencapai kisaran 2% saja.

“Dengan setengah pasokan AS berasal dari impor, tarif akan mempengaruhi lebih banyak,” ujarnya.

Meski pengaruh tarif impor aluminium lebih besar, menurut Morgan Stanley, AS akan jauh lebih terkena imbasnya dari pada China. Hal ini disebabkan karena lebih dari 50% pasokan aluminium AS berasal dari impor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×