kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.308   -66,35   -1,04%
  • KOMPAS100 824   -11,49   -1,37%
  • LQ45 626   -7,64   -1,21%
  • ISSI 218   -1,90   -0,86%
  • IDX30 350   -4,25   -1,20%
  • IDXHIDIV20 426   -3,69   -0,86%
  • IDX80 94   -1,27   -1,33%
  • IDXV30 118   -0,83   -0,70%
  • IDXQ30 111   -1,12   -1,00%

Groundbreaking proyek besar AKRA dimulai Juni


Selasa, 14 Mei 2013 / 15:02 WIB
ILUSTRASI. Bumi Resources Minerals


Reporter: | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT AKR Corpindo Tbk (AKRA) tengah menjajal bisnis baru. Emiten distributor BBM ini segera membangun kawasan industri terintegrasi, yaitu Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE).

Sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya, AKR Corpindo bakal membangun kawasan industri yang dilengkapi fasilitas dermaga. Diperkirakan, proyek ini bakal menelan biaya sebesar Rp 9 triliun. Adapun masa pembangunan proyek ini bakal usai pada 2015 mendatang.

"Pembangunannya kami mulai bulan depan. Kami langsung buat groundbreaking," ucap Suresh Vembo, Direktur AKRA, seusai kegiatan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) AKRA, Selasa (15/4).

Lebih jauh Suresh menjelaskan, pembangunan JIIPE akan dibagi ke dalam tiga tahapan. Untuk tahap pertama, AKRA bakal membangun industrial estate di atas lahan seluas 700 hektare lengkap dengan dermaga sepanjang 600 meter.

Mengingat besarnya proyek yang dibangun, maka pembangunan tahap I ini menelan duit paling besar sekitar Rp 7 triliun hingga Rp 8 triliun. Sayang, manajemen enggan merinci pembangunan tahap II dan tahap III termasuk soal alokasi dananya lebih lanjut.

AKR memastikan, pihaknya tidak memiliki kendala terkait pendanaan proyek yang terbilang besar itu. Suresh menjelaskan, AKRA bakal menggunakan beberapa sumber pendanaan seperti hasil penerbitan saham baru sekitar Oktober 2012 lalu. Manajemen juga akan memanfaatkan duit hasil penjualan tanah, sindikasi bank, dan modal dari Pelindo III.

"Jadi, kami tidak melihat ada masalah dari sumber pendanaan," pungkas Suresh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×