Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil melampaui target tahunan EBITDA Grup di 2025. Untuk 2026, GOTO menargetkan bisa membukukan EBITDA Grup yang disesuaikan di kisaran Rp 3,2 triliun–Rp 3,4 triliun.
GOTO berhasil membukukan EBITDA Grup yang disesuaikan positif sebesar Rp 2 triliun di sepanjang 2025. Ini melampaui target yang dicanangkan GOTO di kisaran Rp 1,8 triliun–Rp 1,9 triliun.
Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menuturkan GOTO mampu mencatatkan kinerja yang kuat di kuartal IV-2025 dan sepanjang 2025, dengan GTV inti meningkat 49% secara tahunan dan EBITDA Grup yang disesuaikan melampaui target.
Baca Juga: GOTO Pangkas Rugi Bersih hingga 77% di Sepanjang 2025
"Seiring berlanjutnya momentum ini, kami menetapkan pedoman EBITA yang disesuaikan untuk 2025 berada di kisaran Rp 3,2 triliun sampai Rp 3,4 triliun,” jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (11/3/2026).
Karena itu, Hans bilang manajemen GOTO akan fokus dalam memberikan solusi sesuai dengan kebutuhan konsumen, baik di segmen affluent maupun mass market sembari melakukan investasi pada kapabilitas utama GOTO.
“Percepatan pertumbuhan dan peningkatan profitabilitas sepanjang 2026 dengan memanfaatkan ekosistem bisa memberikan solusi atas permasalahan sehari-hari pelanggan dan terus berinvestasi ke kapabilitas yang dibutuhkan,” tuturnya.
Selain menetapkan target EBITDA Grup yang disesuaikan, manajemen GOTO juga menetapkan target EBITDA yang disesuaikan untuk masing-masing unit bisnisnya, yakni On Demand Services (ODS) dan Financial Technology (Fintech).
Baca Juga: Jelang Rilis Laporan Keuangan 2025, Prospek Saham GOTO Dinilai Kian Cerah
EBITDA yang disesuaikan untuk unit usaha fintech diproyeksikan berada di kisaran Rp 1,4 triliun–Rp 1,5 triliun di 2026. Sementara EBITDA yang disesuaikan untuk unit usaha ODS ditarget bisa mencapai Rp 1,7 triliun–Rp 1,8 triliun.
“Pedoman ini didasarkan pada kondisi pasar saat ini dan mencerminkan perkiraan awal GOTO, yang seluruhnya bergantung pada berbagai ketidakpastian dan risiko dari berbagai variabel,” kata Hans.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













