kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

GBP/USD diramal menguat awal pekan ini


Minggu, 06 Maret 2016 / 15:27 WIB
GBP/USD diramal menguat awal pekan ini


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Poundsterling unjuk gigi di hadapan USD meski data ekonomi Inggris masih di bawah prediksi. Mengutip Bloomberg, Jumat (4/3) pasangan GBP/USD menanjak 0,36% ke level 1,4229 dibanding sehari sebelumnya.

Wahyu Tri Wibowo, analis PT Central Capital Futures mengatakan, pasangan GBP/USD terus menguat setelah sehari sebelumnya sempat anjlok. "Sentimen market mulai membaik setelah China memangkas rasio cadangan wajib sehingga positif untuk GBP," ungkapnya.

Namun, data ekonomi Inggris yang belum menunjukkan perbaikan hingga adanya isu brexit dapat menjadi ancaman bagi pergerakan GBP di depan USD. "Tiga data penting untuk GDP manufacturing PMI, construction PMI, dan service PMI Inggris yang dirilis pekan ini lebih buruk dari dugaan," imbuh Wahyu.

Anggota Monetary Policy Committee (MPC), Andy Haldane sebenarnya memberikan pidato pada akhir pekan lalu. Namun hal ini tak banyak mempengaruhi pergerakan sterling.

Selanjutnya, Wahyu menduga data ekonomi AS yang dirilis akhir pekan lalu akan membuat pergerakan USD volatile. Data Non-Farm Employment Change bulan Februari bertambah 242.000 atau lebih tinggi dari angka sebelumnya yakni 172.000. Namun, tingkat pengangguran tetap di level 4,9% sementara tingkat kenaikan gaji turun ke angka minus 0,1% dari sebelumnya 0,5%.

Data penambahan tenaga kerja memang lebih besar dari perkiraan. Tetapi, pasar masih akan menganggap data tersebut tidak cukup untuk mendukung The Fed menaikkan suku bunga. Untuk itu, pasangan GBP/USD diprediksi akan melanjutkan penguatan pada awal pekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×