kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Garuda Indonesia akan pangkas kursi bisnis


Selasa, 30 Desember 2014 / 07:00 WIB
ILUSTRASI. Inilah 7 Rekomendasi Anime Musim Panas (Summer) 2023, Banyak yang Seru!


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berusaha menggenjot pendapatan dengan cara mengurangi kursi kelas bisnis dan menambah kelas ekonomi. Manajemen akan melakukan opsi ini pada tahun depan. Cara ini diharapkan bisa menggenjot pendapatan emiten.

Saat ini, GIAA memiliki 12 kursi bisnis tiap pesawat. Nantinya, jumlah tersebut akan berkurang jadi delapan kursi. Pasalnya, tingkat isian kelas bisnis GIAA hanya sekitar 40% sampai 50%. "Dalam memperkuat daya tahan terhadap gempuran Low Cost Carrier (LCC). Memaksimalkan kapasitas. Memperbesar 15% untuk ekonomi," jelas Direktur Utama GIAA Arif Prabowo, Senin, (29/12).

Aksi ini sejalan dengan fokus Arif membenahi Garuda Indonesia. Pertama, ia ingin menggenjot revenue generator. Menurut dia, peningkatan kapasitas ini dilakukan untuk mempercepat raihan pendapatan GIAA.

Kedua, GIAA akan merestrukturisasi biaya sehingga memiliki daya saing. Salah satunya, GIAA melakukan restrukturisasi rute. Arif bilang, pihaknya akan menyesuaikan beberapa rute. Misalnya GIAA mengurangi jumlah penerbangan ke Tokyo dari empat kali sehari menjadi dua kali sehari. GIAA juga menunda pembukaan rute Nagoya di kuartal pertama tahun depan. Soalnya, pasar ke Nagoya kasih dapat dilayani di Osaka.

Selain itu, GIAA juga akan mengurangi rasio unit pesawat dibanding karyawan. Saat ini rasio GIAA adalah 1:60. Arif bilang, ia akan menurunkan rasio tersebut jadi 1:50. Dengan ini, GIAA dapat meningkatkan efisiensi dan menekan biaya operasional.

Ketiga, Arif menyebut memperbaiki finansial GIAA. Untuk itu, GIAA berencana menerbitkan obligasi senilai US$ 500 juta pada semester I-2015. Surat utang tersebut untuk merestrukturisasi utang jatuh tempo sampai kuartal I-2016.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×