Reporter: Yuliana Hema | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dunia Virtual Online Tbk (AREA) atau yang dikenal AREA31 memperluas bisnis infrastruktur pusat data ke layanan kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan melalui peluncuran AiPintar bersama CloudSigma.
Dalam kolaborasi ini, AREA berinvestasi pada infrastruktur AI dan pusat data di Indonesia. Sementara itu, perusahaan teknologi asal Eropa yakni, CloudSigma menyediakan platform AI dan komputasi awan untuk menjalankan layanan AiPintar.
Melalui layanan AiPintar ini, AREA membidik perusahaan swasta, lembaga pemerintah, serta badan usaha milik negara yang membutuhkan kendali lebih besar atas data, keamanan, dan infrastruktur teknologi.
Baca Juga: Resmi! Syarat IPO Di BEI Diperketat, Ada Aturan Keuangan & Saldo Laba
CEO dan Founder AREA31 Michael Alifen mengatakan pengembangan AiPintar menjadi salah satu upaya perusahaan menyediakan pilihan teknologi AI bagi pelaku usaha dengan kontrol terhadap data dan infrastruktur.
“Melalui AiPintar, kami ingin memberikan pilihan bagi perusahaan Indonesia untuk mengadopsi AI dengan tetap memiliki kontrol terhadap data, infrastruktur, dan tata kelola teknologi mereka,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (9/10).
AiPintar menggabungkan infrastruktur AI dan komputasi awan di pusat data AREA31 dengan platform teknologi CloudSigma. Ini memungkinkan organisasi menyimpan data dan menjalankan kebutuhan AI menggunakan infrastruktur lokal Indonesia.
Dari sisi layanan, AiPintar mencakup pengelolaan akses model AI, pemantauan penggunaan token, pengendalian anggaran, pengaturan kebijakan, serta audit penggunaan teknologi. Ini mendukung pengelolaan data perusahaan dan pengembangan aplikasi AI.
Co-founder dan Chief Technology Officer CloudSigma Robert Jenkin menambahkan kolaborasi dengan AREA31 menggabungkan platform teknologi CloudSigma dengan infrastruktur lokal untuk mendukung kebutuhan organisasi Indonesia dalam mengadopsi AI.
“Dengan menggabungkan platform teknologi CloudSigma dengan infrastruktur lokal AREA31, kami ingin mendukung organisasi Indonesia dalam mengadopsi AI dengan fleksibilitas, kontrol, dan tata kelola yang mereka butuhkan,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














