kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Fundamental Ekonomi dan Kinerja Emiten Jadi Penentu Kinerja Reksadana Saham


Minggu, 12 April 2026 / 13:10 WIB
Fundamental Ekonomi dan Kinerja Emiten Jadi Penentu Kinerja Reksadana Saham
ILUSTRASI. Data OJK Maret 2026 tunjukkan dana kelolaan reksadana capai Rp699,64 triliun. Namun, reksadana saham justru mencatat return negatif. Apa penyebabnya? (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. FTSE Russell memutuskan bahwa pasar saham Indonesia tetap berada pada kategori Secondary Emerging Market. FTSE Russell juga tidak memasukkan Indonesia ke dalam Watch List. Dengan keputusan tersebut, fundamental ekonomi hingga kinerja emiten diproyeksi menjadi sejumlah faktor penentu kinerja reksadana saham ke depan.

Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution, Henan Putihrai Asset Management (HPAM), Reza Fahmi Riawan mengatakan, sejumlah sentimen utama yang perlu dicermati untuk melihat kinerja reksadana saham meliputi arah kebijakan suku bunga global, stabilitas nilai tukar, serta dinamika harga komoditas dan energi.

Selain itu, perkembangan geopolitik dan arah kebijakan domestik akan tetap menjadi faktor yang memengaruhi risk appetite investor.

“Di sisi domestik, kinerja laba emiten dan daya beli masyarakat akan menjadi penopang utama pasar,” ujar Reza kepada Kontan, Jumat (10/4/2026).

Baca Juga: Pefindo Beri Peringkat idA untuk Prime Agri Resources (SGRO), Prospek Stabil

Dalam kondisi ini, Reza melihat pasar cenderung bergerak volatil dan berbasis sektor. Sehingga pendekatan yang mengombinasikan analisis makro dan bottom-up stock selection menjadi krusial.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto juga menilai prospek reksadana saham terbilang bagus setelah keputusan FTSE Russell karena mengurangi satu ketidakpastian.

Adapun, kinerja laporan keuangan, pembagian dividen, dan tren harga komoditas unggulan ekspor Indonesia merupakan sejumlah sentimen yang perlu dicermati untuk melihat kinerja reksadana saham ke depan.

“Harusnya (prospek reksadana saham) bagus karena mengurangi 1 ketidakpastian dan mudah-mudahan diikuti oleh MSCI juga,” ujar Rudiyanto.

Baca Juga: Saham-Saham Produsen Emas Bangkit, Simak Prospeknya Menurut Analis

Berdasarkan data OJK, dana kelolaan reksadana hingga Maret 2026 mencapai Rp 699,64 triliun. Dari jumlah tersebut, kontribusi terbesar berasal dari reksadana pendapatan tetap yang mencapai 34,88% dari jumlah total dana kelolaan. Diikuti reksadana pasar uang yang mencapai 21,41%, reksadana saham 10,59%, dan reksadana campuran 5,32%.

Berdasarkan data Infovesta, sepuluh produk reksadana saham terbaik mencatat return -1,54% sampai 2,16% secara year to date (ytd) per Maret 2026. Sementara secara bulanan atau month on month (mom), sepuluh reksadana saham terbaik mencatat return berkisar -5,46% sampai 0,49%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×