kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.590.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.943   4,00   0,02%
  • IDX 6.297   -2,04   -0,03%
  • KOMPAS100 819   0,31   0,04%
  • LQ45 624   0,87   0,14%
  • ISSI 218   -0,51   -0,23%
  • IDX30 346   0,34   0,10%
  • IDXHIDIV20 430   0,62   0,15%
  • IDX80 94   0,06   0,07%
  • IDXV30 117   -0,17   -0,14%
  • IDXQ30 111   0,19   0,17%

Folago Global (IRSX) Genjot Produksi Film dan Micro Drama Berbasis AI


Jumat, 25 September 2026 / 09:50 WIB
Folago Global (IRSX) Genjot Produksi Film dan Micro Drama Berbasis AI
ILUSTRASI. PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) (KONTAN/Yuliana Hema)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) memperkuat strategi bisnis di industri kecerdasan buatan (AI), media commerce, dan entertainment melalui anak usahanya, PT Folago Artificial Intelligence Commerce (FAIC).

Langkah tersebut dilakukan dengan memperluas kapasitas produksi konten berbasis AI, mulai dari film, micro drama, hingga commerce, seiring pengembangan bisnis Artificial Intelligence Generated Content (AIGC) yang telah berjalan.

Dengan strategi tersebut, IRSX menargetkan ekosistem bisnis yang menghubungkan kreator, brand, dan teknologi. Adapun IRSX memiliki lebih dari 250.000 kreator digital dan sekitar 125.000 jaringan e-commerce affiliator di Indonesia.

Baca Juga: IHSG Menguat ke 6.315,9 di Pagi Ini (25/9), Top Gainers LQ45: MBMA, AMRT, INKP

Direktur Utama PT Folago Global Nusantara Tbk Subioto Jingga mengatakan, perseroan akan memperluas sekaligus mempercepat kapasitas produksi konten melalui segmen AI Commerce dan AI Entertainment.

“Penggunaan teknologi AI video-generation model akan memperkuat kapasitas produksi kami di segmen AI Micro Drama, AI Movie, dan AI Music,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (25/9).

Pada segmen AI Commerce, IRSX mengembangkan sejumlah produk seperti AI TVC, AI Live Streaming, dan AIGC melalui platform KreasiKita. Sementara AI Entertainment mencakup produksi AI Movie, AI Micro Drama, dan AI Music.

Subioto bilang pengembangan tersebut juga diarahkan untuk memperluas solusi AIGC bagi ekosistem online commerce, khususnya dengan membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengakses teknologi produksi konten berbasis AI secara lebih terjangkau.

Dalam pengembangan teknologi tersebut, FAIC memanfaatkan video-generation model seperti Dreamina Seedance 2.5 untuk mempercepat proses produksi dan memberikan fleksibilitas lebih besar kepada tim kreatif dalam mengembangkan konten.

Baca Juga: RUU Reforma Agraria Disahkan, AALI hingga TAPG Hadapi Risiko Pembatasan Lahan

Subioto menjelaskan Dreamina Seedance 2.5 mampu menghasilkan video berdurasi hingga 30 detik dalam satu kali proses, atau dua kali lebih panjang dibandingkan versi sebelumnya. Model tersebut juga mendukung hingga 50 referensi berupa gambar, video, dan materi lainnya.

Menurutnya, pengembangan teknologi AI video generation membuka peluang pertumbuhan bagi bisnis konten digital. Subioto bilang adopsi teknologi AI oleh UMKM menjadi salah satu faktor yang akan diperhatikan dalam pengembangan bisnis ke depan.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×