Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) akan melakukan kuasi reorganisasi. Aksi ini dilakukan demi memperbaiki posisi keuangan saat ini tanpa dibebani masa lalu.
Maklum emiten yang dulunya bernama PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk ini telah menanggung rugi bersih sejak tahun 2017. “Rugi usaha pada tahun 2017 sebagian besar disebabkan oleh penyisihan penurunan nilai terkait dengan piutang pihak berelasi sebesar Rp 4,3 triliun dan penurunan nilai investasi sebesar Rp 893 miliar,” jelas manajemen dalam prospektus ringkas.
Memasuki tahun 2023 hingga saat ini, AISA mengaku berhasil membukukan laba usaha dan laba net yang konsisten. Perbaikan tersebut disebabkan oleh perluasan jalur distribusi pemasaran, penekanan biaya produksi yang lebih efisien senantiasa selalu melahirkan produk yang kompetitif.
Baca Juga: Prajogo Pangestu Kembali Jual Saham Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), Raup Rp 736 Miliar
Namun akibat dari rugi masa lalu, sampai dengan 31 Desember 2025, AISA masih mencatatkan saldo defisit sebesar Rp 2,7 triliun yang merupakan akumulasi rugi sejak tahun 2017.
FKS Food Sejahtera (AISA) berharap dengan kuasi reorganisasi kondisi keuangan menjadi lebih sehat. AISA berharap dengan kuasi reorganisasi bisa memberikan gambaran yang sesungguhnya atas kondisi keuangan saat ini dan kedepannya. “Perusahaan diharapkan dapat melanjutkan kinerja positif dengan lebih baik lagi (fresh start) dengan posisi keuangan saat ini tanpa dibebani defisit masa lalu,” terang manajemen dalam prospektus ringkas.
Selain itu dengan kuasi reorganisasi bisa memperbaiki struktur ekuitas AISA dengan mengeliminasi akumulasi rugi (defisit) dengan menggunakan komponen ekuitas lain seperti agio saham, selisih nilai transaksi retrukturisasi entitas sepengendali serta penurunan modal saham.
“Dengan tidak adanya saldo defisit, diharapkan AISA memiliki kemampuan untuk membagikan dividen di masa depan sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga akan meningkatkan minat dan daya tarik bagi investor untuk memiliki saham AISA,” tulis manajemen.
Dengan kondisi posisi keuangan tanpa dibebani defisit masa lalu, perusahaan ini diharapkan lebih mudah memperoleh pendanaan, jika diperlukan, dalam rangka pengembangan usaha.
Kuasi reorganisasi ini akan dilakukan jika telah mendapat persetujuan Kementerian Hukum atas pengurangan modal dasar dan modal ditempatkan dan disetor. Selain itu AISA juga harus memenuhi syarat kuasi reorganisasi berupa telah memenuhi ketentuan peraturan dan standar akutansi keuangan.
Baca Juga: Yied Dividen 8%, Dua Saham Pembayar Dividen Akan Cum Date Pekan Depan, Ini Jadwalnya!
Selain itu, AISA memiliki saldo defisit yang material dalam laporan keuangan tahunan yang diaudit selama tiga tahun terakhir. Saldo defisit dianggap material jika nilai absolut saldo defisit tersebut lebih dari 60% dari modal disetor dan 10 kali dari rata-rata laba tahun berjalan selama tiga tahun terakhir.
Terakhir, AISA dianggap memiliki prospek yang baik, dibuktikan dengan adanya laba usaha atau laba operasional, dan laba tahun berjalan dalam laporan keuangan tahunan yang diaudit selama tiga tahun terakhir secara berturut-turut dan dalam laporan keuangan yang diaudit yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan Rencana Kuasi Reorganisasi.
Beberapa syarat tersebut telah dipenuhi oleh AISA dimana laba usaha selama 2023 sebesar Rp 76,48 miliar dengan laba bersih Rp 18,79 miliar.
Laba usaha di tahun 2024 senilai Rp 134,24 miliar dan laba bersih Rp 69,48 miliar. Adapun laba usaha dan laba bersih di tahun 2025 masing-masing mencapai Rp 131,56 miliar dan Rp 89,13 miliar.
Sementara saldo defisit rata-rata tiga tahun mencapai Rp 2,84 triliun atau setara dengan 149% dari modal disetor penuh dan 46,1 kali dari rata-rata laba tahun berjalan per tahun.
Selain itu, AISA disebut mengalami peningkatan pendapatan sebesar 7,2% CAGR (2023-2025). Peningkatan penjualan Perseroan ini sebagian besar disebabkan perkembangan bisnis yang berasal dari perbaikan jalur distribusi penjualan serta dengan adanya inovasi produk seiring dengan makanan ringan yang semakin kompetitif di pasar.
Adapun cara kuasi reorganisasi AISA adalah dengan mengeliminasi akumulasi rugi dengan menggunakan beberapa pos ekuitas sebagai berikut:
- Agio Saham Menggunakan saldo positif dari akun agio saham untuk menutup sebagian defisit
- Selisih Modal dari Transaksi Saham Treasuri: Jika masih ada sisa defisit, akan ditutup menggunakan akun ini
- Selisih Kurs atas Modal Disetor: Menutup sisa defisit menggunakan selisih kurs
- Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali: Digunakan sebagai langkah selanjutnya untuk mengurangi saldo defisit
- Selisih Nilai Transaksi dengan Entitas Sepengendali: Menggunakan saldo dari transaksi restrukturisasi entitas sepengendali
- Penurunan Modal Saham: Karena pos-pos di atas belum cukup untuk menutup seluruh defisit, FKS Food melakukan penurunan nilai nominal saham tanpa mengurangi jumlah saham yang beredar
Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (11/4): Naik Rp 3.000 Jadi Rp 2.860.000 Per Gram
Dalam mekanisme penurunan modal ini, nilai nominal saham diturunkan secara proporsional sebagai berikut:
- Saham Seri A: Dari Rp 500 menjadi Rp 181 per saham
- Saham Seri B: Dari Rp200 menjadi Rp 72 per saham
Untuk itu, AISA akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Mei 2026. Jika semua lancar dan mendapat restu dari Menkum maka kuasi reorganisasi akan dilaksanakan pada 15 Juli 2026.
Jumat (10/4/2026), harga saham AISA naik 3,15% menjadi Rp 131 per saham. Harga saham AISA telah naik 11,02% dalam lima hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













