kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Fitch pasang rating A pada SRIL


Sabtu, 15 November 2014 / 07:00 WIB
ILUSTRASI. Twibbon Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2023. 


Reporter: Veri Nurhansyah Tragistina | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. Lembaga pemeringkat, Fitch Ratings Indonesia menyematkan peringkat nasional jangka panjang A untuk PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL). Rating A tersebut mencerminkan rendahnya ekspektasi SRIL mengalami gagal bayar dibandingkan emiten lain di Indonesia.

Rufina Tam, Associate Director Fitch Indonesia menjelaskan, pemberian rating A didukung beberapa faktor. Produsen tekstil terbesar nasional itu dianggap Fitch memiliki kelebihan dalam hal terintegrasi kegiatan operasional secara vertikal.

SRIL memang memiliki empat lini produksi mulai dari pemintalan, penenunan, produksi kain dan garmen. "Hal ini memberikan perusahaan keunggulan kompetitif karena memungkinkan waktu produksi yang tepat dan kualitas yang lebih tinggi dalam memenuhi order," tulis Tam, dalam rilis, Jumat (14/11).

SRIL juga memiliki leverage yang tinggi. Hitungan Fitch, rasio utang bersih terhadap EBITDA SRIL 3-3,5 kali di tahun depan lantaran mayoritas ekspansi didanai utang.

Meski banyak utang, Fitch menilai strategi pendanaan SRIL sudah tepat lantaran 70% belanja modal untuk investasi produktif, yakni pembelian mesin. Emiten yang kerap disebut Sritex dinilai punya posisi baik merebut peluang di industri tekstil.

SRIL memiliki keuntungan karena didukung upah tenaga kerja di Jawa Tengah lebih murah. Di sisi lain, di Jawa Tengah basis produksi SRIL kondusif. Namun, Fitch menekankan rating SRIL bisa dipangkas jika leverage perusahaan naik ke atas 4 kali dari posisi sekarang yang 2,8 kali.

Penurunan margin EBITDA operasional di bawah 12% secara berkelanjutan juga menjadi salah satu faktor yang bisa memangkas rating SRIL.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×