kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.822   -78,00   -0,46%
  • IDX 7.986   50,44   0,64%
  • KOMPAS100 1.125   8,26   0,74%
  • LQ45 816   0,90   0,11%
  • ISSI 283   4,74   1,71%
  • IDX30 425   -1,68   -0,40%
  • IDXHIDIV20 510   -4,41   -0,86%
  • IDX80 126   0,75   0,60%
  • IDXV30 139   -0,23   -0,17%
  • IDXQ30 138   -1,04   -0,75%

Faktor penyebab rupiah menguat akhir pekan ini


Jumat, 02 Oktober 2015 / 18:05 WIB
Faktor penyebab rupiah menguat akhir pekan ini


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Di pasar spot, Jumat (2/10) nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menguat 0,31% dibanding sehari sebelumnya menjadi Rp 14.646. Selama sepekan rupiah naik 0,3%.

"Dollar AS diperdagangkan cenderung melemah terhadap beberapa mata uang dunia termasuk rupiah seiring dengan investor sedang menantikan data penggajian non pertanian (NFP), sebagian investor menahan transaksi dollar-nya," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra dikutip dari Antara.

Data itu, menurut dia, dapat menguatkan atau mengikis peluang kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (the Fed) pada tahun ini. Kalangan ekonom memperkirakan data NFP yang akan dirilis nanti malam menunjukkan penambahan sejumlah 203.000 pekerjaan di bulan September.

"Pelaku pasar diharapkan waspada karena data yang sesuai atau lebih baik dari estimasi akan membuka peluang dollar AS kembali menguat," katanya.

Sementara itu, Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk Reny Eka Putri mengatakan bahwa selain faktor sentimen global, penguatan rupiah juga diperkirakan akibat sebagian pelaku pasar mulai mengantisipasi paket kebijakan ekonomi jilid II yang telah dikeluarkan.

"Paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah cukup positif untuk jangka menengah dan panjang," katanya.

Kendati demikian, lanjut dia, potensi dollar AS kembali mengalami penguatan masih terbuka selama belum adanya kepastian waktu mengenai kenaikan suku bunga acuan the Fed.

"Sebagian kalangan analis memproyeksikan kenaikan suku bunga the Fed terjadi pada Desember tahun ini, dalam kurun waktu itu fluktuasi rupiah diperkirakan bervariasi," katanya.

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Jumat (2/10) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp14.709 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp14.654 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×