kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Euro terangkat data Jerman


Kamis, 21 Februari 2013 / 07:15 WIB
Euro terangkat data Jerman
ILUSTRASI. Ilustrasi PR Kementerian ESDM. KONTAN/Baihaki/20/10/2016


Reporter: Agung Jatmiko | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Euro menguat terhadap beberapa mata uang utama dunia. Kenaikan euro tersengat rilis indeks kepercayaan investor untuk perkembangan bisnis dan ekonomi di Jerman dan wilayah Eropa masih cukup tinggi.

Pasangan EUR/USD, Rabu (20/2) pukul 17.35 WIB, naik 0,09% menjadi 1,340 dibanding sehari sebelumnya. Pairing EUR/AUD, naik 0,25% menjadi 1,2960. Sementara, pasangan EUR/JPY melemah tipis 0,13% menjadi 125,11.

Indeks kepercayaan bisnis di Jerman bulan Februari naik menjadi 48,2 dari sebulan sebelumnya di 31,5. Indeks kepercayaan bisnis Eropa yang dikeluarkan oleh oleh Zentrum fur Europaische Wirtschaftsforschung (ZEW) juga meningkat, dari sebelumnya 31,2 menjadi 42,4 di bulan Februari.“Inisinyal positif untuk kepercayaan pasar,” kata Imre Speizer, analis Westpac Banking Corp., Auckland, kepada Bloomberg.

Ariana Nur Akbar, analis senior Monex Investindo Futures memprediksi, kurs euro berpotensi untuk menguat terbatas terhadap dollar AS. Sejumlah sentimen, seperti lelang obligasi pemerintah Jerman dan rilis data building permits dan producer price index AS akan mempengaruhi pergerakan pairing  valas ini.

Prediksi Tonny Mariano, analis Harvest International Futures, pasangan EUR/AUD akan relatif sideways cenderung naik. Kekhawatiran akan pemangkasan lagi suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA) menjadi sentimen negatif yang menekan aussie, sebutan dollar Australia. Suku bunga sebesar 3% masih terbuka untuk dipangkas menjadi 2,75% jika outlook perekonomian Australia  masih lemah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×