kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

ETF Thailand Siap Meluncur, Arus Keluar Dana Masih Tekan Kripto


Sabtu, 10 Oktober 2026 / 06:30 WIB
ETF Thailand Siap Meluncur, Arus Keluar Dana Masih Tekan Kripto
ILUSTRASI. ETF Emas (Shutterstock/gopixa)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga Bitcoin dan Ether masih melemah dalam sepekan terakhir. Berdasarkan CoinMarketCap pada Jumat (9/10/2026) pukul 21.53 WIB, Bitcoin berada di US$ 82.945, terkoreksi 4,05%. Sementara itu, Ether turun 9,01% ke US$ 2.489.

Tekanan pasar terlihat dari arus keluar dana ETF kripto di Amerika Serikat (AS) dan perpindahan Bitcoin dalam jumlah besar yang berkaitan dengan pemerintah AS.

CoinMarketCap melaporkan, sebanyak 17.733 Bitcoin senilai sekitar US$ 1,48 miliar dipindahkan dari dompet terkait pemerintah AS ke Coinbase Prime selama tiga hari hingga 8 Oktober 2026. Aset tersebut diduga berasal dari penyitaan dalam kasus peretasan Bitfinex. Meski memicu kekhawatiran akan tekanan jual, belum ada konfirmasi bahwa Bitcoin tersebut telah dijual.

Baca Juga: Indosat (ISAT) dan F5 Luncurkan Intelligence Suite, Sasar 50 Bisnis

ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus keluar bersih hampir US$ 986,3 juta sepanjang Oktober hingga 9 Oktober. Pada hari itu, dana keluar mencapai US$ 244,1 juta, setelah penarikan US$ 484,9 juta sehari sebelumnya. Sementara itu, ETF Ether spot AS mencatat arus keluar selama delapan hari berturut-turut, dengan total hampir US$ 580 juta hingga 8 Oktober.

CEO dan Founder FLOQ Yudhono Rawis mengatakan, tekanan terhadap Ether juga dipicu likuidasi posisi perdagangan berleverage. Dalam 24 jam pada 9 Oktober, likuidasi posisi Ether mencapai sekitar US$ 356 juta, sedangkan Bitcoin sekitar US$ 298 juta. Total likuidasi pasar kripto mencapai US$ 1,19 miliar.

“Penurunan ETH yang lebih dalam juga menunjukkan bahwa tekanan jual tidak merata di seluruh pasar,” ujar Yudhono kepada Kontan, Jumat (9/10/2026).

Di tengah tekanan tersebut, Thailand memfinalisasi aturan yang memungkinkan ETF Bitcoin dan Ether domestik diluncurkan mulai 16 Oktober 2026. Produk ini akan diperdagangkan di bursa saham nasional dengan kustodian yang disetujui. Setiap produk tetap memerlukan persetujuan tersendiri bagi manajer investasinya.

Namun, prospek peningkatan permintaan belum tentu langsung terwujud. CoinMarketCap mencatat jumlah akun kripto aktif di Thailand turun 21,8% secara bulanan pada Juli.

Co-Founder CryptoWatch sekaligus Pengelola Channel Duit Pintar, Christopher Tahir, menyebut koreksi harga dapat dimanfaatkan investor jangka panjang untuk mengakumulasi Bitcoin secara bertahap. Ia juga menyoroti halving tahun depan yang akan memperlambat penambahan pasokan Bitcoin baru.

Baca Juga: Danantara Buka Peluang Borong Saham Saat Pasar Tertekan

“Investor dapat memilih untuk mengakumulasi pada setiap penurunan yang ada saat ini, dikarenakan adanya ekspektasi bahwa akan ada halving pada tahun depan, yang akan memperlambat laju penciptaan Bitcoin,” ujar Christopher.

Untuk kuartal IV 2026, Yudhono memproyeksikan Bitcoin bergerak di kisaran US$ 80.000–US$ 90.000 dan Ether di US$ 3.000–US$ 3.500.

Sementara itu, Christopher memperkirakan tekanan terhadap aset kripto masih berpotensi berlanjut. Ia memproyeksikan harga bitcoin dapat kembali turun ke kisaran US$ 50.000, sedangkan ether berpotensi menyentuh US$ 2.000.

Arus dana ETF, potensi penjualan Bitcoin dalam jumlah besar, dan peluncuran ETF Thailand akan menjadi sejumlah faktor yang perlu dicermati pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×