kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Emas terkoreksi jelang pidato Trump


Selasa, 28 Februari 2017 / 19:21 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pasca mencatatkan level tertingginya sejak akhir tahun di level US$ 1.258,80 per ons troi, laju harga komoditas emas mulai melambat. Menjelang pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump, logam mulia itu terlihat mengalami koreksi. Pelemahan ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga beberapa pekan ke depan.

Mengutip Bloomberg, Selasa (28/2) pukul 15.38 WIB, harga emas kontrak pengiriman April 2017 di Commodity Exchange tergelincir 0,39% ke level US$ 1.253,90 per ons troi. Sedangkan selama sepekan terakhir harganya masih menguat sekitar 1,09%.

Deddy Yusuf Siregar, analis PT Asia Tradepoin Futures mengatakan koreksi kali ini terjadi karena adanya aksi profit taking yang dilakukan para investor. Hal ini dinilai wajar karena harga emas sudah terlalu tinggi. Sejak akhir tahun 2016 emas berada dalam trend bullish.

“Investor saat ini juga sedang menanti pidato Donald Trump besok pagi (1/3),” terangnya.

Kalau kebijakan politikus Partai Republik itu menjelaskan rencana pelonggaran kebijakan fiskal dan pengembangan industri manufaktur bisa jadi harga emas akan semakin mengalami koreksi. Kalau dalam waktu dekat sudah ada kepastian kebijakan fiskal AS maka investor akan kembali masuk ke pasar. Selama kebijakan Trump sesuai ekspektasi pasar, emas mengalami tekanan.

Ditambah lagi salah satu pejabat The Fed Robert S. Kaplan kembali menyampaikan pernyataan hawkish terkait rencana kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS. Dalam pidatonya Senin (27/2) malam, menurutnya suku bunga bunga harus segera dinaikkan untuk mengendalikan inflasi. Alhasil potensi kenaikan suku bunga dalam rapat bulan Maret pun semakin tinggi.

“Probabilitas kenaikan suku bunga di bulan Maret juga sudah meningkat dari 17% ke 30%,” terangnya.

Dengan sentimen negatif tersebut, Deddy memperkirakan sampai pertengahan Maret emas akan mengalami koreksi. Ia menebak logam mulia berpeluang terkoreksi hingga menyentuh level US$ 1.230 per ons troi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×