kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.716   73,19   1,30%
  • KOMPAS100 738   10,40   1,43%
  • LQ45 559   6,09   1,10%
  • ISSI 199   2,35   1,19%
  • IDX30 317   2,72   0,87%
  • IDXHIDIV20 390   0,52   0,13%
  • IDX80 84   1,04   1,26%
  • IDXV30 106   -0,24   -0,23%
  • IDXQ30 102   0,48   0,47%

Emas masih melaju, sentuh level tertinggi 1 bulan


Jumat, 29 Desember 2017 / 07:47 WIB


Sumber: CNBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas dunia masih terus melaju pada transaksi Kamis (29/12) kemarin. Bahkan emas bertengger di posisi tertingginya dalam satu bulan terakhir.

Berdasarkan data CNBC, harga emas di pasar spot ditutup naik 0,59% menjadi US$ 1.294,58 per troy ounce setelah sebelumnya menyentuh level US$ 1.295,21 per troy ounce. Sementara, harga kontrak emas untuk pengantaran Februari naik 0,45% menjadi US$ 1.297,20 per troy ounce.

Kenaikan emas didorong oleh faktor teknikal setelah sehari sebelumnya ditutup di atas pergerakan rata-rata harian 100 hari untuk kali pertama sejak akhir November lalu. Selain itu, analis menilai, pelemahan dollar juga berpengaruh banyak terhadap harga emas.

"Pelemahan dollar juga berpengaruh besar terhadap harga emas. Kami rasa tren ini akan terus berlanjut hingga 2018. Kami memprediksi harga emas akan mengakhiri tahun ini di atas level US$ 1.300. Hal ini akan mengirimkan sinyak beli yang kuat bagi para trader," jelas Naeem Aslam, chief market analyst ThinkMarkets.

Informasi saja, dollar AS mengalami tekanan pada Kamis kemarin seiring anjloknya tingkat yield obligasi AS bertenor 10 tahun, yang mencapai level terendahnya dalam empat pekan melawan keranjang mata uang dunia.

Sepanjang tahun ini, indeks dollar turun lebih dari 9% dan menuju pelemahan tahunan terbesar sejak 2003.

Sebaliknya, pelemahan dollar telah mengangkat emas hampir 5% dari posisi terendahnya dalam lima bulan di US$ 1.235,92 pada pertengahan Desember lalu setelah the Federal Reserve mengerek suku bunga acuannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×