kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Emas diramal bisa sentuh US$ 1.200 per troi ons


Rabu, 03 Februari 2016 / 12:46 WIB
Emas diramal bisa sentuh US$ 1.200 per troi ons


Sumber: Antara | Editor: Sanny Cicilia

SEMARANG. Perusahaan berjangka PT Valbury Asia Futures menilai, komoditas emas menjadi primadona para investor menyusul turunnya harga minyak mentah dunia.

"Akibat penurunan harga minyak mentah dunia yang hingga saat ini masih di kisaran US$ 30 per barel, investor maupun spekulan beralih ke emas," kata Vice President PT Valbury Asia Futures Willy Leo Santiko di Semarang, Rabu (3/2).

Menurut dia, sejak beberapa bulan terakhir ini harga emas di pasar saham terus meningkat. Jika sebelumnya di level US$ 1.030 - US$ 1.040 per troi ons untuk saat ini berada di kisaran US$ 1.100 dolar per troi ons.

"Banyak pelaku pasar beralih investasi emas untuk lindung nilai yang paling efektif, ini prospektif untuk emas bisa naik," katanya.

Bahkan, pihaknya memprediksi, level tersebut akan terus meningkat mengingat hingga saat ini antusiasme para investor untuk berinvestasi emas masih cukup tinggi.

"Paling tidak bisa mencapai US$ 1.200 per troi ons. Tidak menutup kemungkinan juga bisa kembali ke tahun 2012 yaitu hampir mencapai US$ 2.000," katanya.

Sementara itu, terkait dengan harga minyak mentah dunia, Willy memprediksi penurunan tersebut hanya bersifat sementara dan tidak lama.

"Bagi beberapa negara termasuk Indonesia, harga ini tidak ideal. Penurunan ini akan mengancam pertumbuhan ekonomi suatu negara, termasuk Indonesia," katanya.

Menurut dia, penurunan minyak mentah dunia tersebut akibat pasokan yang meningkat khususnya dari negara-negara penghasil minyak terbesar di dunia. Normalnya, harganya minyak mentah dunia di kisaran US$ 80 - US$ 90 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×