kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45961,84   -17,31   -1.77%
  • EMAS984.000 -1,50%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Ekspor Budi Starch & Sweetener (BUDI) ditopang kenaikan permintaan dari China


Rabu, 25 Agustus 2021 / 07:50 WIB
Ekspor Budi Starch & Sweetener (BUDI) ditopang kenaikan permintaan dari China


Reporter: Vina Elvira | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Budi Starch & Sweetener Tbk (BUDI) optimistis kinerja ekspor tumbuh signifikan di tahun ini. Hal tersebut berkaca pada kinerja di semester I-2021, di mana ekspor BUDI melesat tajam akibat permintaan dari China. 

"Permintaan ekspor tapioka mengalami peningkatan, salah satunya, dikarenakan harga jagung di pasar dunia yang meningkat akibat adanya pembelian jagung dalam jumlah yang besar oleh China," jelas Wakil Presiden Direktur Budi Starch & Sweetener Sudarmo Tasmin saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (24/8). 

Walhasil, BUDI pun memproyeksikan, laju ekspor di tahun ini akan lebih baik dibandingkan dengan realisasi penjualan ekspor di tahun lalu. Proyeksi itu terpancar dari capaian positif yang berhasil diraih perusahaan pada periode enam bulan pertama tahun ini.

"Prospek ekspor tepung tapioka sepanjang tahun 2021 masih akan mengalami peningkatan dibandingkan dengan ekspor tahun 2020," jelas dia.

Sedikit gambaran, BUDI berhasil membukukan penjualan ekspor sebesar Rp 433,85 miliar di semester I-2021. Jumlah itu melesat 1.130,73% dari penjualan ekspor BUDI di periode yang sama tahun lalu. Tak hanya ekspor, penjualan lokal BUDI juga tercatat meningkat 16,17% menjadi Rp 1,30 triliun.

Baca Juga: Ini katalis positif bagi bisnis Budi Starch & Sweetener (BUDI) di tahun 2021

 

 

Sehingga di paruh pertama tahun ini BUDI berhasil meraup pendapatan senilai Rp 1,73 triliun, atau tumbuh 50,13% dibandingkan pendapatan di paruh pertama tahun lalu yang hanya Rp 1,15 triliun. 

Sementara itu, laba tahun berjalan BUDI juga ikut tumbuh signifikan sebesar 229,23% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu. BUDI berhasil membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 51,63 miliar. Jumlah itu meningkat dari sebelumnya Rp 15,68 miliar per 30 Juni 2020. 

Sudarmo bilang, ke depannya BUDI akan terus mencari peluang pasar ekspor yang ada untuk dapat mencatatkan penjualan ekspor yang lebih baik lagi. 

Sedikit informasi, hingga saat ini BUDI telah memasok produknya ke berbagai negara. Selain China, perusahaan juga telah mengirim produknya ke Vietnam, Malaysia, dan Taiwan. 

 

Selanjutnya: Kinerja Budi Starch & Sweetener (BUDI) tumbuh signifikan di semester I 2021

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×