kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45892,79   -9,77   -1.08%
  • EMAS932.000 -0,11%
  • RD.SAHAM -0.23%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.08%

Ekonomi global pulih, Era Mandiri (IKAN) targetkan penjualan ekspor naik hingga 20%


Selasa, 02 Maret 2021 / 22:41 WIB
Ekonomi global pulih, Era Mandiri (IKAN) targetkan penjualan ekspor naik hingga 20%
ILUSTRASI. Aktivitas produksi pabrik olahan ikan yang akan diekspor di PT Era Mandiri Cemerlang Tbk.

Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah meyakini memiliki modal yang cukup kuat untuk memacu pemulihan ekonomi di tahun 2021. Hal ini sejalan dengan kondisi ekonomi global yang menunjukkan adanya tanda-tanda perbaikan setelah program vaksinasi di berbagai belahan dunia gencar dilakukan.

Sikap optimistis juga dirasakan oleh PT Era Mandiri Cemerlang Tbk (IKAN). Menurut Direktur Utama PT Era Mandiri Cemerlang TbkJohan Rose, kendati saat ini aktivitas bisnis sangat dipengaruhi efek gelombang kedua pandemi Covid-19, perusahaan ini tetap mampu melakukan ekspor ke berbagai negara tujuan.

"Seiring dengan proses vaksinasi di seluruh dunia, termasuk negara-negara tujuan ekspor, kami yakin tahun ini akan lebih baik. Perusahaan menargetkan akan ada kenaikan volume ekspor sebesar 10%-20% di tahun ini," ujar Johan dalam keterangan resmi, Selasa (2/3).

Baca Juga: Kuartal III-2020, Era Mandiri Cemerlang (IKAN) catat rugi bersih Rp 1,25 miliar

Johan menambahkan, untuk saat ini prospek bisnis pengolahan ikan masih cukup cerah. Bahkan, Era Mandiri Cemerlang di tahun ini masuk dalam kandidat penerima penghargaan Primaniyarta dari pemerintah. Ini adalah penghargaan tertinggi dari pemerintah kepada perusahaan yang ikut menyumbang bagi devisa negara.

"Kami bangga bisa ikut terlibat dalam penghargaan ini. Ini bentuk sumbangsih kami bagi negara dan bukti kami terus meningkatkan nilai ekspor produk perikanan asal Indonesia kepada dunia secara berkesinambungan," kata Johan.

Tahun lalu, kata Johan, perusahaannya mengambil kebijakan yang konservatif setelah adanya pandemi gelombang pertama. 

“Semua sektor terpukul. Sejumlah negara mengencangkan ikat pinggang ekonominya untuk fokus pada penanganan pandemi. Otomatis aktivitas bisnis berjalan lambat,” terangnya.

Namun, saat ini kapasitas terpasang masih melebihi daya serap pasar.

Selanjutnya: Gelombang kedua Corona jadi penghambat prospek bisnis pengolahan ikan

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×