kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Draghi: Uni Eropa masih perlu stimulus


Selasa, 30 Mei 2017 / 07:10 WIB
Draghi: Uni Eropa masih perlu stimulus


Sumber: Reuters | Editor: Sanny Cicilia

FRANKFURT. Meski ekonomi Zona Euro membaik, European Central Bank (ECB) menilai, inflasi masih tertahan. Sehingga, bank sentral Eropa melihat kawasan ini masih membutuhkan stimulus untuk terus mendorong perekonomian.

Pernyataan Presiden ECB Mario Draghi pada Senin waktu setempat (29/5) ini menjawab pertanyaan banyak pihak bagaimana ECB berhenti mengalirkan stimulus di tengah perbaikan ekonomi Uni Eropa. Saat ini, ECB masih mempertahankan program pembelian obigasi € 2,3 triliun (US$ 2,6 triliun) dan mempertahankan bunga negatif.

"Melihat tekanan harga di dalam negeri semakin kuat, kita masih tetap sangat membutuhkan kondisi pembiayaan akomodatif, yang memang bergantung pada berbagai akomodasi moneter substansial," kata Draghi pada parlemen Uni Eropa. ECB akan menentukan langkah moneter lainnya pada pertemuan 8 Juni mendatang.

Target ECB, inflasi kawasan ini kembali ke 2% dalam jangka waktu medium. Eurozone mencatat rebound inflasi pada April lalu ke 1,9%, lebih baik daripada Maret di posisi 1,5%. Sedangkan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2017 sebesar 0,5%, sama seperti kuartal IV-2016.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×