kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dollar AS tertopang penjualan ritel


Kamis, 16 Agustus 2012 / 06:19 WIB
ILUSTRASI. Seseorang sedang minum air putih yang cutup selama isoman, COVID-19.


Reporter: Anna Marie Happy | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. Data ekonomi terbaru Amerika Serikat mengangkat valuta Negeri Paman Sam. Retail sales yang membaik mengindikasikan perekonomian negeri itu membaik.

Ekspektasi yang muncul, Federal Reserve tidak perlu menggulirkan quantitative easing tahap ketiga. "Ekonomi yang tumbuh perlahan bisa menahan The Fed untuk tidak melakukan stimulus," tutur Has Kunnen, Chief Economist di St George Bank, Sydney.

Dollar AS melambung akan semakin melambung jika industrial production yang akan dirilis pekan ini, sesuai ekspektasi pasar, yaitu naik 0,5% month-to-month.

Di sisi lain, euro tertekan data yang abu-abu. Pertumbuhan Domestik Bruto di negara-negara zona euro melemah 0,2%. Kerisauan pasar belum reda karena lima dari 17 negara di zona euro meminta bantuan untuk mengatasi krisis utang.

Yen juga mulai kesulitan mengimbangi dollar AS, setelah bank sentral negeri itu membuka opsi stimulus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×