kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45931,36   3,72   0.40%
  • EMAS1.320.000 -0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Dolar AS Diramal Bakal Kian Perkasa di Hadapan Sejumlah Mata Uang Utama Dunia


Kamis, 25 Januari 2024 / 08:20 WIB
Dolar AS Diramal Bakal Kian Perkasa di Hadapan Sejumlah Mata Uang Utama Dunia
ILUSTRASI. Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Senin (20/11/2023). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah mata uang global diperkirakan melemah dibandingkan dolar Amerika Serikat (AS/USD) di 2024. Ini seiring dengan data ekonomi AS yang lebih baik dan sikap hawkish The Fed sehingga mendorong indeks dolar.

Melansir Trading Economics, EUR/USD turun 0,99% ke 1,089; AUD/USD turun 2,89% ke 0,659; dan USD/JPY naik 3,68% ke 147,51. Hanya GBP/USD yang naik 0,50% ke 1,274.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas Lukman Leong mengatakan GBP masih bertahan didukung oleh data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan minggu lalu. Hanya saja ke depan akan bergantung pada data-data ekonomi AS ke depannya. Minggu ini akan dirilis data PDB AS dan inflasi PCE.

Ke depan, Lukman memperkirakan AUD masih akan terus tertekan oleh ekonomi China yang masih lebih lemah dari harapan. Lalu JPY juga tertekan oleh kebijakan longgar dan suku bunga negatif BoJ. Kemudian EUR, walau akhir-akhir ini sempat didukung pernyataan hawkish pejabat ECB.

Baca Juga: Indeks Dolar Mendekati Level Tertinggi, Sejumlah Mata Uang Utama Tertekan

"Namun ekonomi yang lebih lemah dan inflasi yang lebih rendah dari AS akan terus menekan Euro dan ekspektasi pemangkasan suku bunga akan lebih tinggi," ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (24/1).

Lukman berpendapat, tahun ini pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan lebih rendah dari tahun lalu. Karenanya mata uang berisiko seperti AUD akan dihindari.

Lalu, walau the Fed diperkirakan akan lebih dulu memangkas suku bunga di antara bank sentral utama dunia, namun akhir-akhir ini hal tersebut kemungkinan berubah dan membuat ECB yang lebih dulu menurunkan suku bunganya sehingga masih berpotensi melemah.

Sementara itu GBP diprediksi masih bisa bertahan lebih baik dari sisi tingkat inflasi, tetapi pertumbuhan ekonominya masih sangat lemah. Dengan data saat ini dan perkembangannya, ia melihat dolar AS masih akan menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia lainnya.

"Namun tidak dengan CHF karena berstatus safe haven dan data ekonomi yang lebih solid," sambungnya.

Baca Juga: Terlemah di Asia, Rupiah Spot Ditutup ke Rp 15.713 Per Dolar AS Pada Hari Ini (24/1)

Lukman pun memperkirakan untuk EUR di akhir tahun berada di 1,0500, GBP 1,2300, AUD 0,6100, dan CHF 0,8300. 

"JPY walau terlemah, namun masih akan terus diintervensi BoJ sehingga range di 140-150," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
EVolution Seminar Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP)

[X]
×