kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

DOID masih tunda operasikan 2 anak usahanya


Rabu, 14 September 2016 / 20:39 WIB


Reporter: Emir Yanwardhana | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) masih menunda beroperasinya dua anak usahanya hingga saat ini. Harga komoditas tambang yang masih lemah menjadi pertimbangan perusahaan belum meneruskan kegiatan eksplorasi batu bara saat ini.

Kedua anak usaha itu adalah PT Banyubiru Sakti (BBS) dan PT Pulau Mutiara Persada (PMP) yang bergerak pada bidang eksplorasi tambang. Direktur dan Sekretaris Perusahaan DOID Errinto Pardede mengatakan perseroan baru akan menentukan langkah selanjutnya setelah keadaan industri batu bara membaik.

"IUP eksplorasi PMP berakhir pada 24 Mei 2016, perusahaan baru akan mengkaji perpanjangan setelah industri membaik," ungkapnya dalam keterbukaan BEI, Rabu (14/9).

Namun perseroan mengandalkan anak usaha PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) yang terus digenjot untuk memperoleh kontrak baru. baik dari pelanggan lama maupun baru. Errinto mengatakan BUMA merupakan salah satu kontraktor tambang batubara terbesar dengan reputasi yang baik.

"Batubara merupakan sumber energi yang paling murah. untuk jangka panjang prospek masih sangat baik. belum lagi dengan konsumsi batu bara dalam negeri yang diprediksi meningkat," kata Errinto.

Sebagai informasi BUMA berhasil menandatangani kontrak dengan dua pelanggan baru yaitu PT Sungai Danau Jaya (SDJ) dan PT Tadjahan Antang Mineral (TAM). Serta ada perpanjangan kontrak dengan PT Adari Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×