kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.976   64,00   0,36%
  • IDX 6.021   -50,40   -0,83%
  • KOMPAS100 777   -8,24   -1,05%
  • LQ45 595   -6,43   -1,07%
  • ISSI 209   -1,95   -0,93%
  • IDX30 330   -3,04   -0,91%
  • IDXHIDIV20 421   -3,45   -0,81%
  • IDX80 89   -0,93   -1,04%
  • IDXV30 114   -0,66   -0,57%
  • IDXQ30 108   -0,65   -0,59%

Diversifikasi investasi cara tepat antisipasi pandemi berkepanjangan


Selasa, 22 September 2020 / 16:33 WIB
ILUSTRASI. Artis yang juga model, Adrian Maulana./Pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/08/03/02011.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Diversifikasi instrumen investasi dalam upaya mengantisipasi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan dinilai menjadi langkah bijak mengingat kondisi pasar dan keadaan ekonomi yang jauh dari kepastian.

Hal ini diungkapkan oleh praktisi investasi Adrian Maulana di acara Webinar bertajuk "Bagaimana mengelola investasi pribadi di tengah pandemi" yang digelar oleh PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure), Senin (21/9).

"Banyak instrumen investasi yang sepatutnya dimanfaatkan mulai dari emas, saham, sukuk hingga reksadana, yang masing-masing tentunya punya kekurangan kelebihan," ujarnya.

Dampak dari pandemi Covid-19, ekonomi Indonesia di triwulan kedua 2020 harus terperosok di angka minus 5,32 persen, terburuk sejak triwulan I 1999.

Baca Juga: Premi Reasuransi Masih Terungkit 23,94% Selama Kuartal II

Meskipun demikian, lanjut Adrian, jika menilik lebih dalam dinamika bursa saham, terdapat beberapa emiten yang justru makin moncer, di antaranya emiten teknologi, farmasi dan pangan.

"Meskipun demikian, logam mulia atau emas masih menjadi primadona karena sangat likuid," kata Abang Jakarta 1997 ini.

Senada dengan Adrian, Pengamat Asuransi & Komisaris Independen Tugure Firdaus Djaelani mengingatkan bahwa instrumen investasi memiliki kelebihan dan kekurangan serta tingkat risiko yang berbeda-beda.

"Yang perlu diingat adalah jika suatu instrumen investasi menawarkan return yang tinggi, maka risiko rugi atau tidak balik modalnya tinggi," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×