Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek saham PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) dinilai masih menarik seiring rencana ekspansi kapasitas rumah sakit serta penguatan layanan spesialis yang tengah dijalankan perseroan.
Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo menilai rencana ekspansi kapasitas hingga 2,5 kali lipat yang ditargetkan rampung pada 2027 berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan SILO dalam jangka menengah.
Menurutnya, ekspansi tersebut dapat meningkatkan volume pasien sekaligus memperkuat layanan spesialis yang menjadi salah satu fokus utama perusahaan.
“Ekspansi kapasitas hingga 2,5 kali pada 2027 berpotensi mendorong pertumbuhan pendapatan SILO melalui peningkatan volume pasien dan layanan spesialis,” kata Azis kepada Kontan, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga: Ekspansi &Layanan Spesialis Jadi Katalis Pertumbuhan Saham Siloam, Ini Rekomendasinya
Namun ia menilai dalam jangka pendek langkah ekspansi tersebut berpotensi menekan margin perusahaan karena kebutuhan investasi yang cukup besar.
Meski demikian, dalam jangka menengah ekspansi tersebut berpotensi meningkatkan tingkat okupansi rumah sakit serta menciptakan operating leverage yang lebih baik.
“Dalam jangka menengah ekspansi ini dapat meningkatkan okupansi, pendapatan, serta operating leverage perusahaan,” jelasnya.
Di sisi lain, pencapaian Siloam Hospitals Asri yang telah mencatatkan sekitar 500 tindakan transplantasi ginjal juga dinilai menjadi katalis positif bagi kinerja perusahaan.
Menurut Azis, pencapaian tersebut memperkuat reputasi SILO dalam layanan medis kompleks yang umumnya memiliki tarif lebih tinggi.
“Pencapaian ini memperkuat reputasi SILO pada layanan medis kompleks dengan tarif tinggi. Hal ini berpotensi meningkatkan revenue per patient sekaligus menarik lebih banyak pasien rujukan,” katanya.
Di tengah pelemahan saham emiten rumah sakit lainnya secara year to date, saham SILO justru masih mencatatkan kenaikan.
Azis menilai ketahanan saham SILO didukung oleh sejumlah faktor, mulai dari rencana ekspansi yang agresif hingga fokus perusahaan pada layanan spesialis dengan margin lebih tinggi.
Baca Juga: Prospek Kinerja Siloam (SILO) Dinilai Kian Menarik pada 2026, Ini Rekomendasi Analis
“Ketahanan saham SILO kemungkinan didukung oleh pipeline ekspansi yang agresif serta fokus pada layanan spesialis dengan margin lebih tinggi,” ujarnya.
Selain itu, sentimen positif investor terhadap prospek pertumbuhan perusahaan juga turut menopang pergerakan saham SILO dibandingkan emiten rumah sakit lain.
Dari sisi operasional, pemanfaatan digitalisasi layanan kesehatan serta teknologi robotik dinilai berpotensi meningkatkan efisiensi perusahaan.
Menurut Azis, teknologi tersebut dapat membantu meningkatkan akurasi tindakan medis sekaligus mengoptimalkan utilisasi fasilitas rumah sakit.
“Digitalisasi dan teknologi robotik dapat meningkatkan efisiensi operasional, akurasi tindakan medis, serta utilisasi fasilitas,” jelasnya.
Walaupun membutuhkan investasi awal yang cukup besar, dalam jangka panjang penerapan teknologi tersebut dinilai dapat mendukung peningkatan margin dan efisiensi biaya perusahaan.
Dengan mempertimbangkan berbagai katalis tersebut, Azis merekomendasikan trading buy saham SILO dengan target harga Rp2.880 per saham.
Baca Juga: Bedah Robotik Berpotensi Dongkrak Kinerja Siloam (SILO) pada 2026, Ini Rekomendasinya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













