kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,34   -28,38   -2.95%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Dianggap Punya Prospek Menarik, Begini Rekomendasi Saham Emiten Migas


Rabu, 14 Desember 2022 / 07:45 WIB
Dianggap Punya Prospek Menarik, Begini Rekomendasi Saham Emiten Migas


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten sektor minyak dan gas (migas) dinilai masih memiliki prospek yang menarik. Analis Mirae Asset Sekuritas Juan Harahap mempertahankan rekomendasi overweight pada sektor minyak dan gas Indonesia.

Rating ini didasarkan pada pasokan minyak yang ketat akibat lemahnya produksi dari Rusia, kebijakan pemotongan produksi dari OPEC, dan potensi permintaan yang lebih tinggi dari China. Juan menjadikan saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebagai pilihan utama alias top picks

Juan melihat adanya potensi pertumbuhan laba bersih dari akuisisi Blok Corridor. Cuan MEDC juga datang diversifikasi bisnis komoditas mineral dan kelistrikan. 

Prospek MEDC juga disokong oleh strategi deleveraging. Juan memperkirakan, emiten besutan Hilmi Panigoro ini akan terus melakukan deleveraging ke depan, didukung oleh pertumbuhan laba yang solid yang pada akhirnya menghasilkan arus kas operasional yang positif. Adapun MEDC berencana untuk melunasi utang akuisisi Blok Corridor pada akhir tahun 2024.

Baca Juga: Bisnis Fintech Bakal Melesat, UBS Rekomendasikan Saham GOTO

Juan menurunkan rekomendasi saham MEDC  menjadi trading buy dengan target harga Rp 1.350. Penurunan rating ini karena terbatasnya upside harga saham MEDC.

Juan juga menyematkan rekomendasi trading buy saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan target harga Rp 2.100. PGAS melalui Saka Energi akan diuntungkan dari harga minyak yang solid. Sebab, sebanyak 45% dari volume lifting berada di bawah Index-linked Contract.

Sementara itu, Analis Samuel Sekuritas Farras Farhan merekomendasikan buy saham MEDC dengan target harga yang lebih tinggi, yakni Rp 1.300 dari sebelumnya Rp 1.200. Di samping menaikkan target harga, Farras juga menaikkan proyeksi laba bersih MEDC pada 2022 dan 2023 menjadi masing-masing US$  515 juta dan US$ 530 juta.

Farras merevisi proyeksi harga minyak dunia untuk tahun ini dan tahun depan menjadi masing-masing US$ 96.06 per barel dan US$  86,1 per barel dari sebelumnya US$  100 per barel dan US$ 80 per barel. 

Namun, Samuel Sekuritas mempertahankan proyeksi harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) Medco Energi. Alasannya yakni dengan landasan ASP milik MEDC yang selalu berada 5% di atas harga minyak global.

Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham Samudera Indonesia (SMDR) yang Tunda Stock Split

Dengan analisis sensitivitas, jika harga minyak dunia turun 5% - 10% di 2023, laba bersih MEDC akan turun 2% sampai 4,2%.

“Meski ada potensi fluktuasi ASP, kami meyakini performa MEDC ke depan masih cukup baik, didukung salah satunya oleh skema take-or-pay yang diterapkan MEDC dalam kontrak penjualannya yang rata-rata berdurasi tiga sampai empat tahun, yang akan menjamin performa MEDC setidaknya hingga 2024,” kata Farras kepada Kontan.co.id, Selasa (13/12).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×