CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Defisiensi modal BTEL membengkak jadi Rp 13,89 T


Rabu, 06 September 2017 / 19:24 WIB


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - Lantaran terus merugi, mau tak mau, PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) kekurangan modal. Bahkan, defisiensi modal perusahaan terus membengkak.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan per Desember 2016 yang dirilis Kamis (6/9), defisiensi modal bersih BTEL tercatat Rp 13,89 triliun. Angka ini naik 11% secara tahunan dari Rp 12,51 triliun.

Seperti diketahui, BTEL masih berada dalam zona kerugian. Meski mengecil, namun BTEL masih mencatat kerugian sebesar Rp 1,39 triliun, menyusut 84% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 8,64 triliun.

Namun, penurunan nilai kerugian lebih karena perampingan isi perusahaan, bukan karena pemasukan. Sebab, total pendapatan bersih perusahaan turun 78% menjadi Rp 89,85 miliar dari sebelumnya Rp 401,62 miliar.

Efisiensi tersebut membuat rugi usaha BTEL turun 75% menjadi Rp 958,07 miliar dari sebelumnya Rp 3,83 triliun. Turunnya kerugian bersih BTEL juga dipicu oleh faktor lain, yakni laba selisih kurs senilai Rp 337,78 miliar dari sebelumnya rugi Rp 793,09 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×