Reporter: Rashif Usman | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SUMBA TIMUR. PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) akan melanjutkan ekspansi jaringan toko baru pada tahun 2026.
Perusahaan yang mengelola gerai MR DIY ini menargetkan pembukaan lebih dari 270 toko baru di berbagai wilayah Indonesia.
Chief People Officer MDIY Frida Herlina Marpaung mengatakan strategi ekspansi akan terus mengarah pada perluasan jangkauan nasional yang inklusif, baik di daerah kota lapis dua atau tiga.
“Di tahun 2026 ini rencana pembukaan toko akan lebih dari 270 toko, sehingga sampai saat ini secara total kita sudah beroperasi dengan lebih dari 1.200 toko dengan rencana perluasan yang inklusif,” Kata Frida di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga: Indocement (INTP) Hadapi Tantangan di 2026: Biaya Energi Naik & Rupiah Melemah
Dalam catatan Kontan sebelumnya, perusahaan mengalokasikan belanja modal (capex) sekitar Rp 720 miliar untuk pembukaan gerai baru.
Disamping itu, MDIY juga memperkuat komitmennya terhadap tanggung jawab sosial. Melalui program MR. D.I.Y. Untuk Indonesia, perusahaan meluncurkan inisiatif Menginspirasi Generasi Inovator yang berfokus pada pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Program ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif, menyenangkan, dan aplikatif bagi pelajar.
Frida menegaskan ekspansi bisnis perlu selaras dengan kontribusi terhadap masyarakat. Menurutnya, pertumbuhan perusahaan di Indonesia tidak hanya berorientasi pada aspek komersial, tetapi juga harus memberikan dampak positif bagi komunitas lokal.
“Jadi kita tidak hanya harus selalu berfokus kepada perkembangan bisnis, namun juga memberikan kontribusi yang positif ke Indonesia lewat komunitas-komunitas lokal. Itu juga bisa yang selalu kita lakukan dan kita usahakan untuk memberikan dampak yang positif,” ucap Frida.
Dari sisi kinerja keuangan, perusahaan mencatat hasil yang positif sepanjang 2025. Pendapatan meningkat 16,7% secara tahunan menjadi Rp 7,9 triliun dari Rp6,78 triliun pada tahun sebelumnya. Laba bersih juga mengalami kenaikan dari Rp 1,07 triliun pada 2024 menjadi Rp 1,13 triliun di tahun 2025.
Pada 2026, manajemen menargetkan kinerja perusahaan baik dari sisi pendapatan maupun perolehan laba dapat kembali mencatat pertumbuhan positif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













