kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Data tenaga kerja AS sokong penguatan dollar-yen


Kamis, 07 Maret 2013 / 07:11 WIB
Data tenaga kerja AS sokong penguatan dollar-yen
ILUSTRASI. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengadakan konferensi pers bersama dengan Presiden Angola Joao Manuel Goncalves Lourenco di Kantor Kepresidenan Angola, hari Senin (18/10/202).


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Pergerakan dollar AS perkasa versus sejumlah mata uang utama dunia. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 17.00 waktu New York, si hijau perkasa 0,8% menjadi 94,07 yen. Bahkan, pada transaksi sebelumnya, dollar AS sempat menyentuh posisi 94,12 yen, yang merupakan level paling perkasa sejak 25 Februari lalu.

Sementara itu, dollar AS juga perkasa 0,7% menjadi US$ 1,2967 per euro. Sedangkan mata uang 17 negara menguat menjadi 121,98 yen.

Penguatan dollar AS juga terlihat dari pergerakan Dollar Index, yang mengukur kekuatan dollar terhadap enam mata uang utama dunia. Indeks Dollar terapresiaso 0,6% menjadi 82,57 setelah sebelumnya naik ke posisi 82,604 yang merupakan level tertingginya sejak 20 Agustus lalu.

Apa yang menyebabkan dollar perkasa? Analis menilai, penguatan dollar AS terjadi seiring dirilisnya data tenaga kerja AS yang menunjukkkan perusahaan swasta di Negeri Paman Sam itu merekrut lebih banyak karyawan dari yang diprediksi analis pada Februari lalu.

Sementara, pelemahan euro terhadap si hijau terjadi setelah tingkat ekspor di kawasan Eropa menurun pada  kuartal keempat untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir.

"Data tenaga kerja AS menggerakkan dollar AS. Data yang positif selalu memberikan sentimen negatif bagi yen. Sebaliknya, posisi dollar-yen menjadi positif," jelas Douglas Borthwick, managing director and head of foreign exchange Chapdelaine & Co di New York.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×