kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Data ekonomi tekan Sterling


Rabu, 03 Oktober 2012 / 06:14 WIB
ILUSTRASI. Bongkar muat peti kemas pada kapal di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah.


Reporter: Anna Marie Happy | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Poundsterling bangkit terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Valuta Inggris itu terangkat oleh ekspektasi tentang indeks konstruksi di Inggris di September 2012.

Pairing GBP/USD, kemarin (2/20), menguat 0,19% menjadi 1,6161 dibanding sehari sebelumnya. Namun, sterling tertekan terhadap euro. Pasangan valas EUR/GBP menguat 0,06% menjadi 1,6161.

Pergerakan sterling ke depan akan terpengaruh indeks industri Inggris terbaru, yang akan dirilis hari ini. "Pasar akan menunggu data tersebut, hingga sangat mempengaruhi arah pergerakan poundsterling," ujar Jeremny Stretch, Head of Foreign-Exchange Strategy dari Canadian Imperial Bank of Commerce, seperti dikutip Bloomberg.

Analis Soe Gee Futures, Nizar Hilmy, mengatakan, setelah sempat melemah terhadap euro di sesi awal perdagangan sterling bangkit  di sesi perdagangan siang. Pergerakan euro terhadap sterling masih ditentukan oleh perkembangan situasi Spanyol.

Research Analyst BNI, Klara Pramesti, menambahkan, penguatan sterling terhadap dollar AS merupakan imbas dari sentimen positif di Eropa. Pelaku pasar berekspektasi, Spanyol akan meminta bantuan bailout kepada European Central Bank (ECB). "Pelemahan indeks dolar juga membuat valuta utama berisiko, seperti euro dan sterling, menguat," ujar Klara.

Tren pergerakan sterling di hari-hari mendatang juga akan ditentukan oleh niat para penyusun kebijakan Inggris untuk memotong defisit anggaran negeri itu. Jika pasar menilai, pemerintah Inggris ragu-ragu membatasi defisit, maka sterling akan terjebak di bawah tekanan.

“Ini situasi yang sangat serius bagi Inggris. Pemerintah perlu menemukan penyelesaian masalah tersebut. Defisit anggaran tahun ini naik 8%,” ujar Managing Director Fitch Ratings, David Riley.

Cukup banyak sentimen negatif yang masih membayang-bayangi pergerakan  poundsterling. Bank of England (BoE) sebelumnya mengatakan, pinjaman kredit rumah di Inggris telah turun ke level terendah dalam tiga tahun terakhir.

Sedangkan euro masih terbantu oleh euforia yang berpangkal pada hasil stress test perbankan di Spanyol yang positif. Kepercayaan investor terhadap penyelesaian krisis utang di Uni Eropa (UE) meningkat. Akibatnya, pairing EUR/GBP bergerak menanjak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×