kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.842   24,00   0,14%
  • IDX 8.920   -5,70   -0,06%
  • KOMPAS100 1.227   0,02   0,00%
  • LQ45 866   -1,23   -0,14%
  • ISSI 324   0,56   0,17%
  • IDX30 439   -1,37   -0,31%
  • IDXHIDIV20 517   -1,77   -0,34%
  • IDX80 137   0,01   0,01%
  • IDXV30 144   0,02   0,01%
  • IDXQ30 141   -0,77   -0,54%

Data Ekonomi AS Tekan Rupiah, Ini Proyeksinya untuk Jumat (8/1)


Kamis, 08 Januari 2026 / 18:50 WIB
Data Ekonomi AS Tekan Rupiah, Ini Proyeksinya untuk Jumat (8/1)
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah kembali berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), seiring menguatnya sentimen eksternal (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), seiring menguatnya sentimen eksternal yang ditopang rilis data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan pasar. 

Kamis (8/1/2026), rupiah ditutup di level Rp 16.798 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah melemah 0,11% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada Rp 16.780 per dolar AS. Posisi ini juga jadi yang terburuk sejak April 2025.

Sejalan dengan itu, kurs rupiah JISDOR (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) juga dicatat melemah 0,09% jadi Rp 16.801 per dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa pelemahan rupiah hari ini dipicu oleh rilis sejumlah indikator ekonomi AS yang menunjukkan pemulihan aktivitas ekonomi. Salah satunya tercermin dari indeks PMI Jasa ISM yang melonjak signifikan.

Baca Juga: Prediksi Rupiah pada Jumat (9/1): Tekanan Berlanjut, Investor Wajib Tahu

“PMI Jasa ISM naik dari 52,6 menjadi 54,4, jauh di atas ekspektasi pasar di 52,3. Ini menunjukkan aktivitas sektor jasa AS membaik dan mendukung penguatan dolar,” ujar Ibrahim, Kamis (8/1/2026).

Selain itu, data pasar tenaga kerja AS juga menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) November mencatat jumlah lowongan kerja turun menjadi 7,146 juta dari 7,449 juta pada Oktober, yang menandakan pendinginan bertahap permintaan tenaga kerja.

Sementara itu, laporan Perubahan Ketenagakerjaan ADP menunjukkan penggajian swasta meningkat 41.000 pada Desember, berbalik dari kontraksi 29.000 pada November, meski masih di bawah ekspektasi pasar.

Kombinasi data tersebut memperkuat persepsi bahwa perekonomian AS tetap resilien, sehingga mendorong penguatan dolar AS dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Untuk perdagangan Jumat (9/1/2026), Ibrahim menilai sentimen eksternal masih akan mendominasi pergerakan rupiah.

Baca Juga: Rupiah Masih Tertekan pada Awal 2026, Cermati Pemicunya

Pelaku pasar akan mencermati data Klaim Pengangguran Awal mingguan yang dijadwalkan rilis Kamis malam, serta laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS untuk Desember yang akan diumumkan pada Jumat malam waktu setempat.

Perkembangan di sektor tenaga kerja AS ini diperkirakan akan memengaruhi arah dolar AS dan aset global. Apabila pasar tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan lanjutan, kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga emas sekaligus memengaruhi pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain data ekonomi, sentimen geopolitik dan energi juga menjadi perhatian. Presiden AS Donald Trump dilaporkan berencana mengendalikan industri minyak Venezuela selama beberapa tahun ke depan dengan target menekan harga minyak global ke level US$ 50 per barel.

Dinamika ini berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak dunia dan turut memberikan sentimen tambahan terhadap pasar keuangan global.

Dengan kondisi tersebut, Ibrahim memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 16.780 - Rp 16.810 per dolar AS pada Jumat (9/1/2026).

Selanjutnya: Prabowo Janji Naikkan Bonus Atlet Berprestasi di Asia Games

Menarik Dibaca: 10 Pilihan Jus Penurun Kolesterol Alami Paling Cepat yang Layak Dicoba

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×