Reporter: Nur Qolbi | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah diprediksi lanjut menguat pada perdagangan Kamis (10/11). Jika hal tersebut terjadi, maka rupiah akan menguat selama empat hari berturut-turut, sejak Senin (7/11).
Analis DCFX Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah berpotensi lanjut menguat karena serentetan rilis data ekonomi domestik yang menunjukkan hasil solid pada pekan ini. Sebut saja, ekonomi Indonesia kuartal III-2022 yang tumbuh 5,72% secara tahunan, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi kuartal II-2022 yang sebesar 5,44%.
Indeks penjualan eceran juga tetap kuat pada Oktober 2022. Hal itu tercermin dari indeks penjualan riil (IPR) yang naik 4,5% secara tahunan menjadi 204,3 poin atau naik 3,1% dibanding bulan sebelumnya.
Di sisi lain, dari segi eksternal, investor masih akan wait and see sambil menantikan data inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis pada Kamis (10/11). Tingkat inflasi AS diperkirakan sedikit menurun sehingga pasar mengharapkan Federal Reserve (The Fed) dapat lebih dovish ke depannya.
Baca Juga: Berjaya, Rupiah Spot Ditutup Menguat ke Rp 15.657 Per Dolar AS Pada Hari Ini (9/11)
"Akan tetapi, apabila inflasi di AS bertahan apalagi meningkat, maka pelaku pasar akan kembali khawatir atas kebijakan kenaikan suku bunga The Fed yang agresif pada pertemuan Desember mendatang sehingga dolar AS akan kembali menguat," ucap Lukman.
Serupa, Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri menambahkan, sentimen positif dari pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2022 masih menjadi katalis yang cukup kuat bagi rupiah. Terlebih lagi, cadangan devisa Indonesia juga masih memadai.
"Hal ini membuat optimisme pelaku pasar masih meningkat menjelang rilis data inflasi AS yang diprediksi masih cukup tinggi di sekitar 8%," ucap Reny.
Baca Juga: Berotot, Rupiah Jisdor Terus Menguat ke Rp 15.654 Per Dolar AS Pada Rabu (9/11)
Reny memproyeksi, nilai tukar rupiah akan menguat ke kisaran Rp 15.620-Rp 15.698 per dolar AS pada Kamis (10/11). Sementara Lukman, memprediksi pergerakan kurs rupiah akan berada dalam rentang Rp 15.550-Rp 15.700 per dolar AS.
Sebagai informasi, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Rabu (9/11) ditutup menguat 0,26% ke Rp 15.657 per dolar AS. Sementara itu, rupiah Jisdor menguat 0,19% ke Rp 15.654 per dolar AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













