kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Dapat tenaga dari bursa Jepang, bursa Asia reli


Rabu, 27 Januari 2016 / 08:57 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Bursa Asia dibuka reli pada Rabu (27/1). Pagi ini, berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 10.06 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific menanjak 1,7%.

Lompatan bursa Asia kali ini mendapatkan sokongan penuh dari bursa Jepang. Asal tahu saja, pagi ini, indeks Topix Jepang naik 3,2%. Suzuki Motor Corp memimpin kenaikan pada indeks Nikkei 225 Stock Average.

Ada sejumlah isu yang mempengaruhi bursa Jepang pagi ini. Salah satunya, Toyota Motor Corp membantah laporan harian Nikkei yang menyatakan bahwa pihaknya tengah dalam proses perundingan untuk membentuk aliansi dengan produsen mobil yang lebih kecil.

Artikel ini juga memberitakan, Toyota berniat membeli sisa saham Daihatsu Motor Co, di mana mereka sudah menjadi pemegang saham mayoritas pada perusahaan ini.

"Bursa Jepang akan rebound seiring banyaknya hal menarik yang terjadi di sana-sini. Namun ini belum menandakan kembalinya aksi beli besar-besaran," papar Chihiro Ohta, general manager of investment information SMBC Nikko Securities Inc di Tokyo.

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,3% menyusul ditutupnya pasar saham kemarin akibat libur nasional. Sedangkan indeks S&P/NZX 50 Selandia Baru naik 0,4%, indeks Kospi Korea Selatan naik 1,1%, dan indeks Taeix Taiwan naik 0,6%.

Menurut Angus Nicholson, analis IG Markets Ltd di Melbourne, akan terjadi reli jangka pendek pada bursa Asia. "Banyak market yang ditransaksikan pada level rendah dan hal ini akan menarik para buyer ke dalam market. Tapi saya tidak menyebut kita sudah menyentuh bottom. Kemungkinan kita akan melihat data ekonomi yang lemah dari China pada kuartal pertama dan hal itu akan semakin menekan harga minyak," jelas Nicholson.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×