kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45931,36   3,72   0.40%
  • EMAS1.320.000 -0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Dana Rights Issue Sreeya Sewu Indonesia (SIPD) Digunakan untuk Bangun Pabrik Baru


Kamis, 27 Juli 2023 / 17:37 WIB
Dana Rights Issue Sreeya Sewu Indonesia (SIPD) Digunakan untuk Bangun Pabrik Baru
ILUSTRASI. Sreeya Sewu Indonesia (SIPD) Bisa Kantongi Hampir Rp500 Miliar dari Rights Issue, Dananya Bakal Dipakai Buat Pabrik Baru


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten unggas terpadu PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD) diketahui akan melaksanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue senilai Rp499,99 miliar. 

Managing Director Foods SIPD Irvan Cahyana mengatakan mayoritas dana rights issue akan digunakan untuk membangun pabrik makanan beku Belfoods, yang berlokasi di Jawa Timur. 

SIPD yang merupakan produsen nugget Belfoods ini diketahui mendapat persetujuan rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 500 juta saham baru seri C dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 November 2022 lalu. 

Dalam prospektus terbaru, Senin (3/7/2023), SIPD menawarkan sebanyak 499.999.477 (499,99 miliar) saham saham baru seri C dengan nilai nominal Rp1.000 setiap saham dengan harga pelaksanaan Rp1.000 per saham. 

Baca Juga: Dari Sejumlah Emiten yang Akan Rights Issue Ini, Mana yang Menarik?

Jumlah dana yang akan diterima perseroan dalam rangka PMHMETD ini adalah sebesar Rp499.999.477.000 (Rp499,99 miliar).

SIPD sebenarnya punya banyak bidang usaha, di antaranya adalah peternakan ayam bibit induk untuk menghasilkan ayam niaga, pemotongan ayam serta pengolahan ayam terpadu dengan cold storage.

Saat ditanya mengapa mayoritas dana right issue disalurkan untuk pengembangan pengolahan ayam, Irvan mengatakan, SIPD telah melihat adanya perubahan kebiasaan makan masyarakat Indonesia, 

“Kalau dilihat dari kebiasaan masyarakat sekarang yang melakukan penyimpanan frozen produk lebih meningkat, dan makanan olahan setelah Covid-19 ini menjadi lebih familiar di Indonesia,” jelasnya dalam Inovasi Sreeya Sewu Indonesia Kembangkan Industri Pangan Halal dengan Transformasi Digital, di JIExpo Kemayoran, Kamis (27/07). 

Pertimbangan lain adalah melihat pengaruh dari perkembangan konsumen (konsumen habit) sehingga permintaan terhadap produk frozen pun menjadi lebih besar.

 

Namun ia tak memungkiri bahwa dana right issue lain tetap dialokasikan untuk banyak bidang usaha selain pengembangan proses food.

“Kita melihat bahwa memang process food di Sreeya dan Belfood ini harus dikembangkan lebih jauh karena kita punya optimisme terhadap market dan karena sebelumnya tidak (maksimal) dikembangkan lebih dulu,” ungkapnya. 

Untuk diketahui dalam pembagiannya, pihak Sreeya mengatakan pembelian lahan yang berlokasi di Jawa Timur dalam upaya pembangunan pabrik baru beserta fasilitasnya akan memakan sekitar 75 persen dari keseluruhan dana right issue. 

Sedangkan, sisanya akan digunakan untuk modal kerja (working capital) untuk mendukung aktivitas contohnya pembayaran vendor dan supplier, gaji dan tunjangan karyawan, serta aktivitas-aktivitas lainnya yang dapat mendukung kegiatan operasional anak perusahaan mereka, PT Belfoods Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
EVolution Seminar Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP)

[X]
×