kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Dampak isu fiscal cliff: Dollar AS & yen perkasa


Kamis, 08 November 2012 / 07:48 WIB
ILUSTRASI. Tips mengasah manajemen waktu agar belajar dan bekerja jadi lebih efektif. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Posisi dollar AS dan yen Jepang masih perkasa pada transaksi pagi ini (8/11). Pada pukul 09.19 waktu Tokyo, nilai tukar dollar AS berada di posisi US$ 1,2754 per euro dari US$ 1,2771 kemarin.

Sedangkan jika berhadapan dengan yen, dollar AS melemah 0,1% menjadi 79,90 yen setelah kemarin melemah 0,4%. Sedangkan euro melemah 0,3% menjadi 101,90 yen.

Keperkasaan dollar dan yen terjadi setelah investor ramai-ramai berburu safe haven di tengah kecemasan terpilihnya kembali presiden AS Barack Obama dan isu fiscal cliff.

"Fokus utama pasar menjelang akhir tahun saat ini adalah akan terjadi fiscal cliff di AS. Itu sebabnya, investor memilih aset-aset yang aman seperti dollar dan yen," jelas Noriaki Murao, managing director Bank pf Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd.

Fiscal cliff mengacu kepada perekonomian AS yang terancam jatuh bebas karena menghadapi dua bahaya sekaligus. Pertama, banyak stimulus berupa pemotongan pajak yang habis masa berlakunya seperti pajak atas gaji karyawan dan paket pajak zaman George W. Bush. Pemangkasan pajakBush yang kadaluarsa pada 31 Desember 2012 ini memakan porsi yang paling besar.

Kedua, pemerintah AS sudah menjadwalkan pemotongan anggaran AS secara otomatis mulai awal tahun 2013 senilai US$ 100 miliar, dari US$ 1,2 triliun untuk satu dekade. Pemotongan itu akan berlaku bagi anggaran pertahanan dan program-program dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×