kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Cuaca panas mengangkat harga gas alam


Jumat, 23 Agustus 2013 / 08:39 WIB
ILUSTRASI. Promo Natasha Laser Black Doll Sale Periode 30-31 Maret 2022


Reporter: Cindy Silviana Sukma | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. Harga gas alam menguat di bursa komoditas New York setelah prakiraan cuaca terbaru mengindikasikan adanya hawa panas di seluruh Amerika Serikat (AS).

Suhu yang tinggi memicu permintaan listrik untuk pendingin. Hal ini mendorong permintaan gas alam yang menjadi salah satu bahan bakar utama di AS.

Pada perdagangan Kamis (22/8), harga gas alam untuk pengiriman September di New York Mercantile Exchange menguat 0,49% menjadi US$ 3,48 per million british thermal units (mmbtu) dibanding hari sebelumnya. Harga gas alam menguat 7,65% dari posisi terendah pada 9 Agustus.

Juni Sutikno, analis Philip Futures Indonesia mengatakan, kenaikan harga gas alam juga didorong dari penguatan komoditas energi lain, seperti minyak mentah. "Kenaikan harga energi memberi dorongan bagi gas alam untuk bergerak naik," ujarnya.

Penguatan gas alam akan berlanjut dalam sepekan kedepan. Harga bergerak menuju ke moving average (MA) 50 di posisi 3,585, dengan tren naik. Jika menembus MA 50, harga gas alam bisa naik ke US$ 3,66 per mmbtu - US$ 3,82 per mmbtu. Jika tak berhasil menembus MA 50, harga gas alam akan koreksi. Juni memprediksi, harga gas alam akan bergerak di US$ 3,34 per mmbtu - US$ 3,66 per mmbtu sepekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×