kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Cuaca panas mengangkat harga gas alam


Jumat, 23 Agustus 2013 / 08:39 WIB
ILUSTRASI. Promo Natasha Laser Black Doll Sale Periode 30-31 Maret 2022


Reporter: Cindy Silviana Sukma | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. Harga gas alam menguat di bursa komoditas New York setelah prakiraan cuaca terbaru mengindikasikan adanya hawa panas di seluruh Amerika Serikat (AS).

Suhu yang tinggi memicu permintaan listrik untuk pendingin. Hal ini mendorong permintaan gas alam yang menjadi salah satu bahan bakar utama di AS.

Pada perdagangan Kamis (22/8), harga gas alam untuk pengiriman September di New York Mercantile Exchange menguat 0,49% menjadi US$ 3,48 per million british thermal units (mmbtu) dibanding hari sebelumnya. Harga gas alam menguat 7,65% dari posisi terendah pada 9 Agustus.

Juni Sutikno, analis Philip Futures Indonesia mengatakan, kenaikan harga gas alam juga didorong dari penguatan komoditas energi lain, seperti minyak mentah. "Kenaikan harga energi memberi dorongan bagi gas alam untuk bergerak naik," ujarnya.

Penguatan gas alam akan berlanjut dalam sepekan kedepan. Harga bergerak menuju ke moving average (MA) 50 di posisi 3,585, dengan tren naik. Jika menembus MA 50, harga gas alam bisa naik ke US$ 3,66 per mmbtu - US$ 3,82 per mmbtu. Jika tak berhasil menembus MA 50, harga gas alam akan koreksi. Juni memprediksi, harga gas alam akan bergerak di US$ 3,34 per mmbtu - US$ 3,66 per mmbtu sepekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×