kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Credit Suisse borong saham META di pasar negosiasi


Jumat, 26 November 2010 / 12:44 WIB
ILUSTRASI. Penggantian jaringan listrik


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Para investor harus mencermati pergerakan PT Nusantara Infrastructure Tbk (META). Menurut data RTI, di sesi pertama transaksi hari ini, Credit Suisse Securities memborong saham META di pasar negosiasi. Transaksi dilakukan secara bertahap sebanyak empat kali.

Total, broker berkode CS ini memborong 6,5 miliar saham META pada harga Rp 140. Dengan demikian, nilai transaksi mencapai Rp 910 miliar. UOB Kay Hian Securities bertindak sebagai broker jual dalam transaksi ini.

Nilai transaksi di pasar negosiasi ini terbilang jumbo untuk ukuran saham META yang biasanya tertidur pulas. Bandingkan saja dengan nilai transaksi di pasar reguler yang hanya mencapai Rp 930 juta.

Jika dihitung, jumlah saham yang ditransaksikan itu mencapai 48% dari total saham META yang saat ini berjumlah 13,54 miliar saham. Hingga berita ini diturunkan, nasabah yang berada di belakang Credit Suisse dan UOB Kay Hian belum terungkap.

Menurut data RTI, kepemilikan saham META per 31 Oktober adalah sebagai berikut: PT Bosowa Trading International (22,34%), Infrastructure Growth Fund LP (52,58%), PT Infrastructure International (5,51%), dan publik (19,57%).

Transaksi di pasar negosiasi dan tutup sendiri biasanya terjadi jika pemegang saham ingin mengonsolidasikan kepemilikannya. Kemungkin lain, telah terjadi proses akuisisi terhadap saham tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×