kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45949,73   8,09   0.86%
  • EMAS1.029.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Charoen Pokphand (CPIN) Siapkan Belanja Modal Rp 2,5 Triliun untuk Tahun 2022


Senin, 23 Mei 2022 / 16:29 WIB
Charoen Pokphand (CPIN) Siapkan Belanja Modal Rp 2,5 Triliun untuk Tahun 2022
ILUSTRASI. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 2,5 triliun untuk tahun 2022. Alokasi belanja modal tahun ini lebih kecil jika dibadingkan dengan anggaran capex pada tahun lalu yang mencapai Rp 3,1 triliun.

Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk Tjiu Thomas Effendy mengatakan, sebesar 50% dari belanja modal akan digunakan untuk menggonjot kapasitas pengolahan produk unggas. Kemudian 30% untuk feedmill dan 20% untuk peternakan unggas.

"Kenapa 50% untuk food? Karena saat ini baik untuk kapasitas feedmill maupun perunggasan relatif masih aman. Nah, yang harus kami kejar sekarang adalah kapasitas pemotongan ayam dan pemprosesan makanan siap saji," terangnya dalam paparan publik, Senin (23/5).

Ia menyampaikan dana untuk belanja modal bersumber dari internal perusahaan.

Baca Juga: Charoen Pokphand (CPIN) Siap Guyur Dividen Rp 108 Per Saham

Thomas melanjutkan, sekarang ini CPIN tengah fokus untuk menggenjot produksi dari sisi hilir dengan menambah rumah potong hewan unggas (RPHU). Targetnya, RPHU yang dibangun sejak 2021 ini bakal rampung pada Juli 2022 mendatang. Adapun total RPHU yang tengah dibangun ada 11 unit.

Selain itu, emiten ini juga terus menambah gerai ritel dan kemitraan untuk memperluas pemasarannya.

Dengan demikian, CPIN optimistis masih mampu melanjutkan kinerja yang apik pada tahun ini. Dari segmen pakan ternak, CPIN menargetkan pendapatan dari segmen ini bisa tumbuh 10%. 

Selanjutnya dari bisnis peternakan unggas ditargetkan mampu naik 10%, dan penjualan ayam siap potong bisa tumbuh 15% dari tahun lalu.

 

 

Sementara itu, CPIN memasang target pendapatan lebih tinggi untuk produk olahan unggas yakni sebesar 20%. 

"Untuk laba bersihnya kami juga optimis, kami targetkan bisa tumbuh 30% dari tahun lalu," imbuhnya.

Di tengah fluktuasi harga DOC dan ayam hidup, Thomas menjelaskan CPIN sudah menghadapi kenaikan dan penurunan harga selama puluhan tahun. Sepanjang pertumbuhan ekonomi berjalan dengan baik, ia bilang CPIN optimistis mampu mencapai target tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×