kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Cek Rekomendasi Saham Aspirasi Hidup (ACES) Didukung Eskpansi & Pemulihan Konsumsi


Kamis, 08 Januari 2026 / 14:00 WIB
Cek Rekomendasi Saham Aspirasi Hidup (ACES) Didukung Eskpansi & Pemulihan Konsumsi
ILUSTRASI. Jika daya beli konsumen kembali pulih, pendapatan Aspirasi Hidup (ACES) diproyeksikan naik, memperkuat posisi sahamnya di bursa.


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Memasuki tahun 2026, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) dipandang masih menyimpan prospek pertumbuhan yang menarik di tengah ketatnya persaingan ritel.

Strategi ekspansi yang lebih selektif, ditopang oleh penguatan dan penetrasi ke kota-kota lapis kedua dan ketiga, serta potensi pemulihan daya beli domestik, dinilai membuka ruang pertumbuhan baru dengan tingkat kompetisi yang relatif lebih rendah.

Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai strategi ekspansi dan rebranding yang dijalankan perseroan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan jangka menengah.

“Kami menilai ACES masih prospektif di 2026, meskipun persaingan ritel modern tetap ketat,” ujar Azis kepada Kontan, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga: Dana Kelolaan Capai Rp 679,18 Triliun, Begini Prospek Reksadana Tahun 2026

Sepanjang 2025, ACES tercatat membuka 27 toko baru secara agresif. Selain itu, proses rebranding menjadi AZKO dinilai berhasil menjangkau hingga 15 wilayah lapis kedua dan ketiga.

Langkah ini memperluas addressable market ACES ke daerah dengan penetrasi ritel modern yang masih relatif rendah, sekaligus mengurangi ketergantungan pada kota-kota besar yang tingkat persaingannya lebih tinggi.

Dari sisi makroekonomi, Azis menyebutkan bahwa pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal berpotensi mendorong perbaikan daya beli masyarakat. Jika daya beli membaik, kondisi tersebut diharapkan mampu menopang pertumbuhan pendapatan atau top line ACES.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa pemulihan daya beli menjadi faktor krusial. “Jika daya beli tidak mencerminkan pemulihan, hal ini bisa menjadi pemberat kinerja ke depan,” lanjut Azis.

Meski demikian, efisiensi yang diperoleh dari proses rebranding dinilai masih mampu menjaga kinerja bottom line perseroan.

Di sisi lain, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, berpandangan bahwa kinerja ACES di tahun 2026 ini akan terbantu oleh momentum festive, terutama Ramadan dan momentum imlek.

“Sehingga untuk tahun ini menurut saya prospek ACES masih relatively fine, didukung oleh pemulihan konsumsi domestik,” jelas Nafan.

 

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, Nafan merekomendasikan investor untuk accumulative buy saham ACES dengan target harga Rp 452 per saham.

Ada pun Azis merekomendasikan trading buy untuk saham ACES, dengan target harga di kisaran Rp 422 - Rp 426, serta level support pada Rp 405 - Rp 400 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×