kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.020   39,00   0,22%
  • IDX 5.916   40,29   0,69%
  • KOMPAS100 770   5,43   0,71%
  • LQ45 584   2,70   0,46%
  • ISSI 205   1,22   0,60%
  • IDX30 331   1,85   0,56%
  • IDXHIDIV20 408   2,21   0,55%
  • IDX80 87   0,50   0,57%
  • IDXV30 110   0,09   0,09%
  • IDXQ30 107   0,43   0,40%

Cek Rekomendasi Saham Aspirasi Hidup (ACES) Didukung Eskpansi & Pemulihan Konsumsi


Kamis, 08 Januari 2026 / 14:00 WIB
Cek Rekomendasi Saham Aspirasi Hidup (ACES) Didukung Eskpansi & Pemulihan Konsumsi
ILUSTRASI. Jika daya beli konsumen kembali pulih, pendapatan Aspirasi Hidup (ACES) diproyeksikan naik, memperkuat posisi sahamnya di bursa.


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Memasuki tahun 2026, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) dipandang masih menyimpan prospek pertumbuhan yang menarik di tengah ketatnya persaingan ritel.

Strategi ekspansi yang lebih selektif, ditopang oleh penguatan dan penetrasi ke kota-kota lapis kedua dan ketiga, serta potensi pemulihan daya beli domestik, dinilai membuka ruang pertumbuhan baru dengan tingkat kompetisi yang relatif lebih rendah.

Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai strategi ekspansi dan rebranding yang dijalankan perseroan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan jangka menengah.

“Kami menilai ACES masih prospektif di 2026, meskipun persaingan ritel modern tetap ketat,” ujar Azis kepada Kontan, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga: Dana Kelolaan Capai Rp 679,18 Triliun, Begini Prospek Reksadana Tahun 2026

Sepanjang 2025, ACES tercatat membuka 27 toko baru secara agresif. Selain itu, proses rebranding menjadi AZKO dinilai berhasil menjangkau hingga 15 wilayah lapis kedua dan ketiga.

Langkah ini memperluas addressable market ACES ke daerah dengan penetrasi ritel modern yang masih relatif rendah, sekaligus mengurangi ketergantungan pada kota-kota besar yang tingkat persaingannya lebih tinggi.

Dari sisi makroekonomi, Azis menyebutkan bahwa pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal berpotensi mendorong perbaikan daya beli masyarakat. Jika daya beli membaik, kondisi tersebut diharapkan mampu menopang pertumbuhan pendapatan atau top line ACES.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa pemulihan daya beli menjadi faktor krusial. “Jika daya beli tidak mencerminkan pemulihan, hal ini bisa menjadi pemberat kinerja ke depan,” lanjut Azis.

Meski demikian, efisiensi yang diperoleh dari proses rebranding dinilai masih mampu menjaga kinerja bottom line perseroan.

Di sisi lain, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, berpandangan bahwa kinerja ACES di tahun 2026 ini akan terbantu oleh momentum festive, terutama Ramadan dan momentum imlek.

“Sehingga untuk tahun ini menurut saya prospek ACES masih relatively fine, didukung oleh pemulihan konsumsi domestik,” jelas Nafan.

 

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, Nafan merekomendasikan investor untuk accumulative buy saham ACES dengan target harga Rp 452 per saham.

Ada pun Azis merekomendasikan trading buy untuk saham ACES, dengan target harga di kisaran Rp 422 - Rp 426, serta level support pada Rp 405 - Rp 400 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×