kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Cadangan AS turun, harga minyak menghangat


Rabu, 27 September 2017 / 14:54 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kembali unjuk gigi. Setelah kemarin sempat terkoreksi, kini harganya mulai bergerak naik. Penurunan cadangan minyak mentah Amerika Serikat (AS) ditengarai menjadi pengerek harga.

Mengutip Bloomberg, Rabu (27/9) pukul 14.30 WIB, harga minyak mentah WTI kontrak pengiriman November 2017 menguat 0,40% ke level US$ 52,09 sebarel dibanding hari sebelumnya. Meski belum mengukir level tertinggi baru, tetapi harganya masih lebih tinggi dari penutupan kemarin.

"Ini sedikit mengejutkan, tapi kita akan melihat apa yang EIA katakan besok," ujar Kyle Cooper, Direktur Penelitian IAF Advisors seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (27/9).

American Petroleum Institute melaporkan stok minyak mentah AS turun sebesar 761.000 barel per pekan lalu. Kata Copper, jika malam nanti (29/9) sentimen tersebut dikonfirmasi oleh US Energy Information (EIA) maka minyak mentah berpeluang melanjutkan penguatan. Cadangan minyak AS untuk pekan yang berakhir 22 September 2017 diperkirakan hanya tumbuh sekitar 2,9 juta barel. Padahal di pekan sebelumnya pertumbuhannya mencapai 4,6 juta barel.

Asal tahu saja, minyak mentah sempat melonjak signifikan di awal pekan ini karena ketegangan politik di Turki. Pada Senin (25/9) lalu, Presiden Turki Tayyip Erdogan mengancam akan memotong pipa Kurdi yang memasok minyak dunia. Hal itu dikhawatirkan bisa mengurangi pasokan minyak global. Setiap hari, ladang minyak di sana bisa menghasilkan minyak sekitar 500.000-600.000 barel per hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×