kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Buyback AMMN Rp 1 Triliun, Simak Rekomendasi dan Target Harganya


Minggu, 25 Oktober 2026 / 16:42 WIB
Buyback AMMN Rp 1 Triliun, Simak Rekomendasi dan Target Harganya
ILUSTRASI. Buyback AMMN senilai Rp 1 triliun dinilai menjadi sentimen positif. (Dok/AMMN)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana buyback saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai maksimal Rp 1 triliun berpotensi memperkuat sentimen investor terhadap saham perusahaan tambang tersebut. Meski demikian, dampaknya terhadap pergerakan harga saham diperkirakan terbatas karena jumlah saham yang akan dibeli kembali relatif kecil.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai aksi pembelian kembali saham atau buyback mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek perusahaan. Namun, investor tetap perlu mempertimbangkan fundamental AMMN dan kondisi pasar sebelum mengambil keputusan investasi.

“Buyback lebih tepat dipandang sebagai sinyal kepercayaan manajemen dan faktor pendukung sentimen, bukan sebagai satu-satunya alasan untuk membeli saham AMMN,” ujar Hendra kepada Kontan, Minggu (25/10/2026).

AMMN menyiapkan dana maksimal Rp 1 triliun untuk melaksanakan buyback pada periode 22 Oktober 2026 hingga 22 Januari 2027. Aksi korporasi ini diperkirakan mencakup maksimal 0,37% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan. Seluruh pendanaan berasal dari kas internal.

Baca Juga: Menanti Kinerja Wijaya Karya (WIKA) Kala Tren Pemulihan Margin BUMN Karya

Menurut Hendra, penggunaan kas internal memungkinkan perusahaan menjalankan buyback tanpa perlu menambah utang. Kendati demikian, AMMN tetap harus menjaga kecukupan likuiditas untuk membiayai berbagai kebutuhan bisnis, mulai dari pengembangan tambang, pembangunan fasilitas pengolahan, pembayaran kewajiban, hingga kegiatan operasional.

Dampak Buyback AMMN terhadap Laba per Saham

Selain menjadi sinyal kepercayaan manajemen, buyback berpotensi meningkatkan laba per saham atau earnings per share (EPS) karena berkurangnya jumlah saham beredar. Namun, dengan porsi pembelian kembali maksimal 0,37%, peningkatan EPS diperkirakan relatif terbatas, dengan asumsi laba bersih perusahaan tidak berubah.

Hendra menambahkan, manfaat buyback bagi pemegang saham bergantung pada keseimbangan antara pengurangan jumlah saham beredar dan kemampuan perusahaan mempertahankan pertumbuhan bisnis.

Dengan demikian, investor tidak cukup hanya mengandalkan pengumuman buyback untuk menilai prospek saham AMMN. Perkembangan kinerja keuangan dan keberlanjutan operasional perusahaan tetap menjadi faktor penting dalam menentukan nilai saham dalam jangka menengah hingga panjang.

Prospek Saham AMMN dan Risiko yang Perlu Dicermati

Dari sisi fundamental, prospek kinerja AMMN akan dipengaruhi oleh pergerakan harga tembaga dan emas, volume produksi, kualitas bijih, serta kelancaran operasional tambang dan fasilitas pengolahan.

Apabila harga komoditas tetap kuat dan produksi meningkat, AMMN berpeluang memperbaiki pendapatan serta arus kas. Kondisi tersebut dapat menjadi katalis positif bagi kinerja perusahaan dan pergerakan sahamnya.

Sebaliknya, investor perlu mewaspadai sejumlah risiko, seperti koreksi harga komoditas, perubahan permintaan global, gangguan operasional, kenaikan biaya produksi, serta kebutuhan belanja modal yang besar.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang volatil dan perubahan arus dana investor asing juga berpotensi memengaruhi harga saham AMMN. Karena itu, keputusan investasi perlu mempertimbangkan kombinasi faktor fundamental perusahaan dan sentimen pasar.

 

Hendra juga mengingatkan investor agar memantau realisasi buyback selama periode pelaksanaan, terutama terkait harga dan jumlah saham yang benar-benar dibeli kembali. Pasalnya, pengumuman pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp 1 triliun tidak berarti perusahaan akan menggunakan seluruh dana yang telah disiapkan.

Rekomendasi Saham AMMN: Trading Buy, Target Rp 4.500

Untuk strategi investasi, Hendra merekomendasikan trading buy saham AMMN dengan target harga Rp 4.500 per saham.

Strategi tersebut dinilai lebih sesuai bagi investor yang memiliki toleransi risiko memadai dan mampu memantau perkembangan harga komoditas, kinerja operasional perusahaan, serta perubahan sentimen pasar.

Menurut Hendra, peluang penguatan saham AMMN masih terbuka apabila harga komoditas mendukung dan kinerja perusahaan menunjukkan perbaikan. Namun, investor perlu disiplin mengelola risiko jika harga komoditas melemah atau tekanan pasar meningkat.

Rencana buyback dapat menjadi sentimen tambahan bagi saham AMMN. Meski begitu, keberlanjutan pertumbuhan bisnis, kinerja operasional, dan kemampuan perusahaan menghasilkan laba tetap menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan investor dalam menilai prospek saham AMMN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×