kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Bursa Negeri Sakura dilanda aksi jual


Selasa, 14 Februari 2012 / 08:08 WIB
Bursa Negeri Sakura dilanda aksi jual
ILUSTRASI. Pulau kecil tak berpenghuni disebut Takeshima di Jepang dan Dokdo di Korea Selatan yang sampai saat ini kepemilikannya masih diperebutkan oleh kedua negara.


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Saham-saham di bursa Jepang mencatatkan penurunan pagi ini. Pada pukul 09.33 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,1% menjadi 8.991,33. Dalam setiap lima saham yang turun, terdapat empat saham yang naik. Sementara itu, indeks Topix tak banyak mencatatkan perubahan di posisi 781,79.

Saham-saham di bursa Tokyo yang mempengaruhi pergerakan indeks antara lain: Sony Corp yang turun 1,7%, Insurance Group Holdings Inc turun 2,1%, dan Sumitomo Rubber Industries Ltd naik 2,6%.

Penurunan bursa Jepang terjadi setelah Moody's Investors Service memangkas peringkat utang enam negara Eropa. Termasuk di dalamnya Italia dan Portugal. Perusahaan pemeringkat global ini juga merevisi outlook atas peringkat utang Aaa milik Inggris dan Prancis menjadi negatif. Alasannya adalah krisis utang Eropa masih jauh dari kata selesai.

Moody's menjelaskan, peringkat utang Spanyol dipangkas menjadi A3 dari sebelumnya A1 dengan outlook negatif. Sedangkan peringkat utang Italia diturunkan menjadi A3 dari A2 dengan outlook negatif dan Portugal diturunkan menjadi Ba3 dari Ba2 dengan outlook negatif. Moody's juga menurunkan peringkat utang Slovakia, Slovenia, dan Malta.

"Moody's memangkas peringkat utang sejumlah negara Eropa. Realita ini sebenarnya sudah menjadi pembicaraan yang cukup lama dan bukan hal yang mengejutkan. Namun, sudah pasti akan mendapat reaksi negatif di pasar saham," jelas Shane Oliver, head of investment strategy AMP Capital Investors Ltd.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×