kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.679.000   7.000   0,42%
  • USD/IDR 16.490   100,00   0,60%
  • IDX 6.520   249,06   3,97%
  • KOMPAS100 949   42,15   4,65%
  • LQ45 738   34,14   4,85%
  • ISSI 202   5,55   2,82%
  • IDX30 382   17,70   4,85%
  • IDXHIDIV20 462   16,68   3,75%
  • IDX80 107   4,47   4,34%
  • IDXV30 110   2,54   2,36%
  • IDXQ30 125   5,23   4,36%

Bursa menggendut kembali


Kamis, 26 Agustus 2010 / 16:29 WIB
Bursa menggendut kembali


Reporter: Dian Pitaloka Saraswati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil meneruskan penguatannya. Setelah bergerak sideways hingga terus anjlok ke level 3113, IHSG naik 0,20% ke level 3145,315.

Bursa mampu menembus zona hijau karena didukung oleh 6 sektor. Dorongan terbesar datang dari sektor industri dasar yang naik 2,72%, disusul sektor perkebunan naik 1,34%. Sementara sektor konstruksi naik 0,74%, sektor infrastruktur 0,55%. Sektor lainnya seperti pertambangan dan manufaktur naik 0,4% dan 0,47%.

Sektor yang terdalam penurunannya adalah sektor finansial turun 0,60%, sektor aneka industri 0,31%, sektor consumer goods juga koreksi 0,24%.

Saham yang mencoba merangsang IHSG untuk tetap naik adalah saham-saham perkebunan. Tiga saham CPO tercatat sebagai penghuni top gainers, antara lain LSIP, SMAR dan AALI. LSIP, anak usaha dari Indofood naik 1,61% ke Rp 9.450 mengikuti langkah si induk INDF naik 3,45% ke RP 4.500. Saham MERK naik 2,50% ke Rp 82.000 dan Delta Jakarta naik 5,56% ke Rp 95.000. Saham konstruksi diramaikan oleh penguatan INTP sebesar 5,62%. Saham pertambangan yang naik adalah PTBA, 7,49% ke level Rp 17.950.

Saham yang terpuruk adalah BTPN terkoreksi 4,50% ke Rp 10.600. Serta saham UNVR yang turun 2,37% dii ikuti saham TCID yang terkoreksi 9,15% ke level Rp 7450 menambah beban saham consumer goods. Dua saham bank menghuni top loser adalah BBCA dan BBRI.

Bursa hari ini lumayan ramai. Hingga penutupan, ada 114 saham naik dan 81 saham turun, adapun 77 saham tidak bergerak. Total volume 8,428 milliar dengan nilai perdagangan mencapai 5,3 trilliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Undang-Undang Kepailitan Dan PKPU Indonesia KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS

[X]
×