kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bursa Jepang masih terkapar pagi ini


Senin, 22 Agustus 2011 / 08:42 WIB
ILUSTRASI. Suasana pelayanan nasabah di Kantor Pusat Bank Banten, Jakarta. KONTAN/Muradi


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Bursa saham Jepang masih meneruskan penurunannya pagi ini. Dengan demikian, kemerosotan bursa acuan di Negeri Sakura ini sudah terjadi selama empat hari berturut-turut. Kondisi itu bahkan menyeret indeks Topix ke level terendah dalam dua tahun terakhir.

Pada pukul 09.58 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,2% menjadi 8.701,37, setelah sebelumnya sempat naik 0,4%. Sedangkan indeks Topix turun 0,4% menjadi 748,56, level terendah sejak 16 Maret 2009.

Saham-saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Jepang antara lain: Toyota Motor Corp turun 1,9%, Hino Motors Ltd anjlok 2,3%, dan Canon Inc naik 0,6%.

Salah satu sentimen yang juga turut mempengaruhi bursa Jepang adalah pernyataan Menteri Keuangan Yoshihiko Noda, pihaknya tengah bersiap mengambil langkah untuk memangkas apresiasi yen. Noda bilang, dirinya lebih merasa cemas akan penguatan yen setelah bertengger ke posisi 75,95 per dollar pada 19 Agustus lalu di New York. Dalam tiga bulan terahir, penguatan yen terhadap dollar sudah mencapai 6%.

"Investor masih mencemaskan mengenai penguatan ten setelah menguat ke rekor tertinggi atas dollar. Saham-saham berorientasi ekspor seperti otomotif dan elektronik akan dilanda aksi jual seiring terakumulasinya faktor negatif," papar Toshiyuki Kanayama, market analyst Monex Inc.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×