kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Bursa India diramal bakal bergerak sideways hingga Juni mendatang


Jumat, 11 Februari 2011 / 16:05 WIB
ILUSTRASI. Buana Finance


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

MUMBAI. Pasar saham India tahun ini menjadi bursa saham dengan performa terburuk kedua setelah bursa Mesir. Bahkan, sejumlah analis memprediksi, bursa dari Negeri Taj Mahal ini tidak akan pulih sebelum Juni mendatang. Alasannya, tingkat inflasi di India tumbuh pesat dibanding antisipasi.

"Tidak ada yang memprediksi tingkat inflasi bisa setinggi ini dengan cepat. Kita akan menerima dampak negatif hingga ada kejelasan akan kebijakan pemerintah, tingkat inflasi menurun, atau suku bunga acuan meningkat," jelas Harsha Upadhyaya dari UTI Asset Management Co.

Asal tahu saja, Bombay Stock Exchange's Sensitive Index sudah anjlok 16% tahun ini. Sebagai perbandingan, indeks Mesir EGX30 sudah terjun 21%. Melorotnya bursa India akibat tingkat inflasi di negara tersebut yang kian menggila. Padahal, untuk mengerem laju inflasi, bank sentral India sudah menaikkan suku bunga acuan sebanyak tujuh kali dalam 12 bulan terakhir.

Kecemasan akan inflasi itu yang menyebabkan investor asing melepas kepemilikan sahamnya senilai US$ 1,5 miliar tahun ini. "Kita dapat melihat pergerakan sideways atau penurunan dalam tiga hingga empat bulan ke depan. Pasar saham tidak akan kembali ke level tertingginya dalam waktu singkat," kata Upadhyaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×