kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bursa China tertekan hingga ke level terendah dalam enam pekan


Selasa, 06 Desember 2011 / 15:01 WIB
ILUSTRASI. Pemerintah sepanjang tahun lalu telah menyuntik dana sebesar Rp 75,94 triliun kepada beberapa BUMN dan lembaga.


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SHANGHAI. Sebagian besar saham yang ditransaksikan di bursa China mencatatkan penurunan. Pada penutupan sore ini, indeks Shanghai Composite turun 0,3% menjadi 2.325,91. Ini merupakan level terendah sejak 21 Oktober lalu. Sementara, indeks CSI 300 turun 0,2% menjadi 2.516,34.

Sepanjang tahun ini, bursa acuan China sudah anjlok 17%, melanjutkan penurunan tahun sebelumnya yang mencapai 14%. Penyebabnya, bank sentral China menaikkan suku bunga acuan dan memangkas rasio giro wajib minimum perbankan untuk menekan laju inflasi di negaranya.

Sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa China antara lain: Industrial & Commercial Bank of China Ltd dan Bank of China Ltd yang turun masing-masing 1%. Lantas, Zhejiang Bangjie Digital Knitting Share Co turun 2,9%.

"Pelemahan pada pasar properti merupakan ancaman besar bagi pertumbuhan ekonomi pada tahun depan. Banyak sekali ketidakpastian di Eropa. Jika krisis utang memburuk, hot money akan terus keluar dari China," jelas Wang Weijun, strategist Zeshang Securities Co di Shanghai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×