kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Bursa Asia turun dari level tertinggi 18 bulan


Selasa, 05 Februari 2013 / 07:53 WIB
Bursa Asia turun dari level tertinggi 18 bulan
ILUSTRASI. Anak-anak bisa memiliki risiko long covid. FOTO ANTARA/Seno S./Koz/hp/09.


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Sebagian besar saham yang diperdagangkan di bursa Asia memerah pada transaksi pagi (5/2). Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 09.19 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,4% menjadi 133,14.

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia terpangkas 0,6% sebelum Reserve Bank of Australia mengumumkan tingkat suku bunga acuannya pada 14.30 waktu Sydney hari ini. Sedangkan indeks Nikkei 225 Stock Average turun 1,1% dan indeks Kospi Korea Selatan turun 0,7%.

Pergerakan sejumlah saham turut mempengaruhi bursa Asia. Beberapa di antaranya yakni: Sony Corp yang terpangkas 1,8%, Macquarie Group Ltd turun 2,8%, dan BHP Billiton Ltd terpangkas 1,4%.

Selain itu, bursa Hong Kong dan bursa China belum dibuka saat ini. Namun, pelaku pasar meramal, saham China Petroleum & Chemical Corp akan mencatat penurunan saat dibuka nanti setelah mengumumkan rencananya untuk menjual saham senilai HK$ 24 miliar atau US$ 3,1 miliar pada level 9,5% di bawah harga penutupan kemarin.

Penurunan bursa Asia dari level tertingginya dalam 18 bulan terakhir terjadi di tengah kecemasan investor mengenai krisis utang Eropa. "Pasar kembali mencemaskan mengenai Eropa. Pasar kembali menahan diri dan menunggu sentimen apa yang akan menyebabkan penurunan kali ini," ujar Shane Oliver, head of strategy AMP Capital Investors Ltd di Sydney.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×