Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia bergerak beragam, dengan mayoritas indeks menguat pada perdagangan Rabu (14/10/2026) pagi setelah turun dua hari berturut-turut karena ekspektasi bahwa The Fed mungkin tidak perlu menaikkan suku bunga secara agresif pada tahun depan.
Mengutip Bloomberg, pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 naik 215,61 poin aau 0,33% ke 68.002,38, Hang Seng turun 62,97 poin atau 0,26% ke 24.282,25, Taiex naik 292,92 poin atau 0,70% ke 48.637,29, Kospi naik 48,20 poin atayu 0,80% ke 6.080,86, ASX 200 turun 70,90 poin atau 0,81% ke 8.713, Straits Times naik 10,23 poin atau 0,17% ke 5.440,78 dan FTSE Malaysia naik 5,73 poin atau 0,35% ke 1.629,88.
Indeks MSCI Asia Pasifik naik 0,2%, dipimpin oleh saham-saham teknologi.
Baca Juga: Harga Emas Berusaha Rebound pada Rabu (14/10) Pagi
Pergeseran sentimen terhadap saham terjadi setelah pejabat Federal Reserve New York John Williams mengatakan ia melihat tidak perlu pengetatan suku bunga lebih lanjut pada tahun 2027. Namun untuk tahun ini, masih ada peluang kenaikan suku bunga satu kali lagi.
Komentar Williams memberikan sedikit kelegaan menjelang rilis data inflasi AS, di tengah kekhawatiran pasar bahwa harga minyak yang tinggi akan mengerek inflasi lebih lanjut.
"Prospek berkurangnya kenaikan suku bunga The Fed seharusnya memberikan ruang bernapas bagi saham-saham Asia hari ini," kata Josh Gilbert, analis utama Asia Pasifik di eToro seperti dilansir Bloomberg.
Baca Juga: MSCI November 2026 Diprediksi Pasang Status Quo, Saham BRPT Terancam Keluar
"Pernyataan Williams yang mengabaikan siklus pengetatan suku bunga yang berkepanjangan telah meredakan tekanan pada yield obligasi, dan itu adalah kabar baik bagi saham-saham teknologi di Asia."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














