kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Bursa Asia memerah dibayangi kekhawatiran turbulensi ekonomi global


Kamis, 29 Agustus 2019 / 08:30 WIB
ILUSTRASI. Bursa Asia


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia dibuka memerah di awal perdagangan pagi ini. Kamis (29/8) pukul 08.20 WIB indeks Nikkei 225 turun 61,51 poin atau 0,30% ke 20.414,95, Taiex turun 8,55 poin atau 0,08% ke 10,421,98, Kospi turun 3,77 poin atau 0,19% ke 1.937,25, ASX 200 turun 17,84 poin atau 0,27% ke 6.482,80, Straits Times turun 3,87 poin atau 0,12% ke 3.052,83. Hanya FTSE Malaysia yang naik 3,36 poin atau 0,21% ke 1.593,18.

Pelemahan bursa Asia dipicu oleh turbulensi ekonomi lantaran ketidakpastian kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dengan China dan tanda-tanda keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) tanpa kesepakatan membuat investor lari ke instrumen investasi yang lebih aman. Selain itu, imbal hasil membuat pasar obligasi semakin suram.

Baca Juga: Wall Street menghijau ditopang kenaikan saham energi dan keuangan

Di Asia, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun berada di -0,280% di atas rekor terendahnya -0,3% pada tahun 2016.

"Turunnya imbal hasil obligasi global mencerminkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan global dalm jangka panjang akan melambat akibat ketegangan perdagangan AS-China dan gangguan rantai pasokan global berikutnya," kata Tomoo Kinoshita, ahli strategi pasar global di Invesco Asset Management seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Mayoritas bursa Asia menguat terbatas pada awal perdagangan pagi ini

"Di sisi lain, pasar saham didukung dengan harapan lebih banyak stimulus, terutama dari Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×