kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.895   -38,00   -0,21%
  • IDX 6.039   7,40   0,12%
  • KOMPAS100 779   3,44   0,44%
  • LQ45 597   3,40   0,57%
  • ISSI 211   -0,40   -0,19%
  • IDX30 332   1,70   0,51%
  • IDXHIDIV20 425   2,70   0,64%
  • IDX80 89   0,34   0,39%
  • IDXV30 116   0,68   0,59%
  • IDXQ30 109   0,74   0,69%

Bursa Asia Melemah Jumat (9/10), Nikkei Jepang Turun Lebih dari 1%


Jumat, 09 Oktober 2026 / 09:14 WIB
Bursa Asia Melemah Jumat (9/10), Nikkei Jepang Turun Lebih dari 1%
ILUSTRASI. Bursa Asia - Nikkei Jepang (REUTERS/Manami Yamada)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Saham-saham Asia melemah pada perdagangan Jumat (9/10/2026) dan berpotensi mencatat penurunan mingguan selama dua pekan berturut-turut.

Investor mencermati tingginya harga energi, gejolak pasar obligasi, serta kebutuhan pendanaan yang semakin besar untuk investasi kecerdasan buatan (AI).

Harga minyak mentah Brent berada di level US$ 103,70 per barel pada perdagangan Asia, setelah melonjak lebih dari 4% pada sesi sebelumnya.

Baca Juga: Rupiah Spot Dibuka Menguat ke Level Rp 17.898 per Dolar AS, Jumat (9/10)

Kenaikan harga minyak dipicu kekhawatiran terhadap perang di Timur Tengah yang memperbesar risiko inflasi dan mendorong kenaikan suku bunga di berbagai negara.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (8/10/2026) mengatakan, negaranya tidak akan melancarkan serangan terhadap Iran sebelum pemilihan paruh waktu AS pada November mendatang. Namun, pelaku pasar masih meragukan kemajuan upaya untuk mengakhiri perang tersebut.

Kepala Strategi Pasar ATFX Global Nick Twidale mengatakan, pertanyaan utama bagi pasar adalah apakah Trump akan mempertahankan pernyataannya jika serangan Iran meningkat.

"Setiap indikasi bahwa Gedung Putih sedang mempertimbangkan kembali opsi militer dapat memicu lonjakan tajam harga minyak, terutama karena lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz sudah berada di bawah tekanan signifikan," kata Twidale.

Baca Juga: Harga Emas Menguat Tipis, Pasar Cermati Inflasi dan Arah Suku Bunga The Fed

Melansir Reuters di pasar saham, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,16% dan berada di jalur penurunan lebih dari 1% sepanjang pekan ini. Pasar saham Korea Selatan dan Taiwan tutup karena hari libur, sementara indeks Nikkei Jepang melemah lebih dari 1%.

Tekanan juga terjadi di Wall Street. Saham teknologi menjadi penekan utama indeks-indeks saham AS setelah muncul laporan bahwa pendapatan tahunan OpenAI berdasarkan laju pendapatan saat ini berada US$ 20 miliar di bawah angka yang sebelumnya diindikasikan perusahaan tersebut.

Kabar itu menekan sentimen investor terhadap saham teknologi, infrastruktur AI, dan semikonduktor.

Kepala Riset Pepperstone Chris Weston mengatakan, pemberitaan mengenai OpenAI menjadi pemicu bagi investor untuk mengurangi sebagian eksposur terhadap aset-aset tersebut.

"Untuk saat ini, pergerakan harga menunjukkan bahwa investor semakin selektif dalam menentukan sektor yang ingin mereka miliki dan, yang tidak kalah penting, harga yang bersedia mereka bayarkan untuk pertumbuhan di masa depan," ujar Weston.

Baca Juga: Cermati Rekomendasi Saham INKP, KLBF, RAJA dan AADI untuk Perdagangan Jumat (9/10)

Kebutuhan pendanaan AI membesar

Selain prospek pendapatan perusahaan teknologi, investor juga mencermati gelombang penggalangan dana dalam jumlah besar yang diperkirakan segera berlangsung.

SpaceX, Broadcom, dan Oracle disebut berpotensi menghimpun dana miliaran dolar untuk membeli cip AI kelas atas.

Di Australia, Firmus, operator pusat data yang didukung Nvidia, menunda penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) senilai US$ 5 miliar.

Perusahaan menyebut volatilitas dan kondisi pasar sebagai alasan penundaan, serta memilih mencari pendanaan melalui jalur privat.

Kebutuhan pendanaan besar untuk infrastruktur AI muncul di tengah tekanan pasar obligasi global yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Baca Juga: MSCI Berpotensi Pertahankan Pembekuan Saham RI, Begini Dampaknya ke IHSG

Kombinasi kenaikan biaya energi, ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral, dan kekhawatiran terhadap peningkatan utang pemerintah mendorong biaya pinjaman ke level tertinggi dalam beberapa dekade.

Kepala Strategi Investasi Saxo Charu Chanana mengatakan, kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang membuat investor tidak lagi dapat menilai prospek pertumbuhan AI dengan asumsi biaya modal yang murah.

Menurut Chanana, kenaikan yield obligasi pemerintah yang diikuti penerbitan utang korporasi untuk membiayai infrastruktur AI membuat pendanaan semakin mahal dan selektif.

Kondisi tersebut meningkatkan perhatian investor terhadap kekuatan neraca keuangan perusahaan serta kualitas laba pada masa mendatang.

Baca Juga: Cek Prospek dan Rekomendasi Saham Erajaya (ERAA) di Tengah Peluncuran iPhone 18

Pasar obligasi Prancis jadi sorotan

Di pasar obligasi, Prancis menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian besar investor. Pelaku pasar mencermati beban utang, defisit anggaran, dan ketidakpastian politik menjelang pemilihan presiden pada 2027.

Analis ING memperkirakan selisih imbal hasil obligasi Prancis terhadap obligasi acuan masih berpotensi bertahan tinggi, dengan volatilitas yang berlanjut hingga mendekati pemilihan presiden pada April dan Mei tahun depan.

Sementara itu, pasar obligasi pemerintah AS relatif lebih stabil setelah lelang obligasi yang solid sepanjang pekan membantu memperbaiki sentimen.

Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun tercatat stabil di 5,226%, meskipun masih mendekati level tertinggi dalam 24 tahun yang dicapai pada Rabu (7/10/2026).

Baca Juga: Cek Rekomendasi 6 Saham Pilihan dari BNI Sekuritas untuk Perdagangan Jumat (9/10)

Analis ING menilai kondisi tersebut belum menandakan bahwa aksi jual obligasi telah berakhir. Namun, tekanan pasar setidaknya mereda untuk sementara waktu.

Di pasar valuta asing, dolar AS bertahan kuat ketika euro berada di jalur pelemahan mingguan kelima berturut-turut. Euro terakhir diperdagangkan di sekitar US$ 1,122, tidak jauh dari level terendah dalam 17 bulan yang tersentuh awal pekan ini akibat kekhawatiran terhadap utang Prancis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×